Sudjatmiko: Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Bisa Perkuat Mitigasi Bencana 9 Sep 2026 Yahya Zaini Minta BPOM Perkuat Pengawasan Minuman Berpemanis 9 Sep 2026 Pemilik Speedboat Pastikan Kapal Laik Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda 9 Sep 2026 Pengkaji Politik Indonesia dan Aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026 Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar 9 Sep 2026 20 Twibbon HAORNAS 2026 dan Cara Menggunakannya 9 Sep 2026 Cara Cek Penerima Bansos September 2026 Pakai NIK KTP 9 Sep 2026 Carlos Alcaraz Bantah Klaim Siap Juara US Open 2026 9 Sep 2026 Sudjatmiko: Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Bisa Perkuat Mitigasi Bencana 9 Sep 2026 Yahya Zaini Minta BPOM Perkuat Pengawasan Minuman Berpemanis 9 Sep 2026 Pemilik Speedboat Pastikan Kapal Laik Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda 9 Sep 2026 Pengkaji Politik Indonesia dan Aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026 Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp541,9 Miliar 9 Sep 2026 20 Twibbon HAORNAS 2026 dan Cara Menggunakannya 9 Sep 2026 Cara Cek Penerima Bansos September 2026 Pakai NIK KTP 9 Sep 2026 Carlos Alcaraz Bantah Klaim Siap Juara US Open 2026 9 Sep 2026

Elita Budiati: Pentingnya Literasi Digital di Tengah Maraknya Hoaks

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 8 September 2026 | 15:22 WIB
Bagikan
Elita Budiati: Pentingnya Literasi Digital di Tengah Maraknya Hoaks

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Elita Budiati./visi.news/ist.

VISI.NEWS — Anggota Komisi I DPR RI, Elita Budiati, mengajak masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media digital dengan mengedepankan kecakapan, keamanan, etika, dan tanggung jawab. Menurutnya, budaya bermedia digital yang sehat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat persatuan sekaligus mendukung kemajuan Indonesia.

Elita mengatakan transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga partisipasi sosial.

Namun, meningkatnya penggunaan internet juga menghadirkan berbagai tantangan. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, penipuan daring, judi online, perundungan siber hingga pelanggaran privasi masih menjadi persoalan yang perlu diantisipasi.

“Budaya bermedia digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab demi kemaslahatan bersama,” ujar Elita melalui keterangan yang diterima, Selasa (8/9/2026).

Karena itu, Elita menilai pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan budaya digital masyarakat.

Menurutnya, akses internet perlu diikuti kemampuan untuk memilah informasi, melakukan verifikasi, menjaga keamanan data pribadi, serta berkomunikasi secara etis di ruang digital.

Penetrasi Internet Indonesia Capai 79,5 Persen

Elita menjelaskan, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang disampaikan dalam materi sosialisasi, penetrasi internet Indonesia pada periode 2024–2025 mencapai sekitar 79,5 persen atau lebih dari 221 juta pengguna.

Besarnya jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pengguna yang kritis, aman, dan bertanggung jawab.

“Bijak bermedia digital, kuatkan persatuan, majukan Indonesia,” kata Elita.

Menurut Elita, transformasi digital juga memiliki peluang besar untuk mendukung pembangunan nasional. Di sektor pendidikan, teknologi dapat memperluas akses pembelajaran dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi serta pengetahuan.

Di sektor ekonomi, digitalisasi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar melalui marketplace dan media sosial. Perkembangan teknologi juga berpotensi mendorong inovasi, ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kecepatan dan transparansi pelayanan publik.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat menghadapi berbagai risiko di ruang digital.

Penyebaran informasi palsu, kata Elita, dapat memengaruhi opini publik. Konten provokatif juga berpotensi memperbesar polarisasi, sementara penipuan digital dan ancaman terhadap keamanan data terus berkembang.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk menyebarkan kebencian, melakukan penipuan atau merugikan orang lain,” ujarnya.

Dalam membangun masyarakat digital yang berkualitas, Elita menekankan pentingnya empat pilar utama, yakni kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya. Kebiasaan melakukan verifikasi dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perhatian khusus, lanjut Elita, juga perlu diberikan kepada anak dan remaja yang menjadi kelompok aktif pengguna media digital.

Mereka perlu mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data pribadi, etika berkomunikasi di internet, bahaya cyberbullying, serta cara menyikapi berbagai konten yang beredar di media sosial.

Elita menilai Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak hanya melek teknologi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menggunakan teknologi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Transformasi digital harus menghasilkan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan. Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, bukan menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara, Elita berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi digital semakin meningkat.

Menurutnya, setiap unggahan, komentar maupun informasi yang dibagikan di ruang digital memiliki konsekuensi terhadap diri sendiri maupun lingkungan sosial.

“Jadilah pengguna digital yang cakap, aman, etis dan produktif. Mari gunakan ruang digital untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama memajukan Indonesia,” tutupnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.