Eks Petinggi WHO Sampaikan Tiga Pesan untuk Kepala BGN Baru
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)./visi.news/ist.
Ia mengutip publikasi WHO pada Juni 2026 yang menyebut makanan tidak aman menyebabkan sekitar 866 juta kasus penyakit dan 1,5 juta kematian setiap tahun di dunia.
"Prinsip utama bahwa makanan harus aman," tegasnya.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya menjaga kualitas seluruh rantai penyediaan makanan atau from farm to plate. Menurut Tjandra, pengawasan mutu tidak cukup dilakukan di SPPG maupun sekolah, tetapi harus mencakup seluruh proses mulai dari produksi bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, distribusi hingga pengelolaan limbah.
"Yang harus dijaga mutunya bukan hanya di SPPG dan di sekolah, tetapi mulai dari pertanian atau peternakan, transportasi dan penyimpanan di gudang yang terjamin mutunya, lalu bagaimana proses masak di SPPG, transportasi dari SPPG ke sekolah, kebiasaan makan di sekolah sampai ke pembuangan limbahnya," jelasnya.
Ia menegaskan seluruh mata rantai tersebut harus berjalan dengan baik agar kualitas makanan tetap terjaga.
Adapun pesan ketiga adalah perlunya monitoring dan evaluasi berbasis ilmiah sejak awal pelaksanaan program. Tjandra mengusulkan dua bentuk evaluasi, yakni survei kepuasan penerima manfaat yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan pemangku kepentingan lainnya, serta studi kohort jangka panjang untuk mengukur dampak kesehatan program MBG secara ilmiah.
"Dengan pendekatan ilmiah ini maka akan terwujud evidence-based public policy, kebijakan publik berdasarkan bukti ilmiah," pungkasnya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!