Ekonom Faisal Basri Kritik Keras Rencana Bea Masuk 200% Keramik China: "KADI Seperti Jurus Pesilat Mabok!"
Kritik Faisal terhadap rencana bea masuk keramik China ini menambah suara penolakan terhadap kebijakan tersebut. Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk pengusaha dan asosiasi industri, juga telah menyuarakan kekhawatirannya.
Pemerintah sendiri masih mempertimbangkan besaran tarif bea masuk yang akan diterapkan. Di sisi lain, KADI bersikukuh bahwa kajian mereka telah dilakukan secara cermat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Perdebatan mengenai bea masuk keramik China ini menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara melindungi industri dalam negeri dan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen. @maulana
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!