Duel Panas di PBB: Program Nuklir Iran Picu Ketegangan Baru

ED
Jumat, 13 Maret 2026 | 14:09 WIB
Bagikan
Duel Panas di PBB: Program Nuklir Iran Picu Ketegangan Baru

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan geopolitik kembali memanas di markas United Nations (PBB) ketika Amerika Serikat dan sekutunya berhadapan langsung dengan Rusia serta China dalam perdebatan sengit mengenai program nuklir Iran. Sidang Dewan Keamanan yang digelar pada Kamis (12/3/2026) itu memperlihatkan semakin dalamnya perpecahan di antara kekuatan besar dunia terkait langkah militer Washington terhadap Teheran.

Pertemuan tersebut berlangsung di United Nations Security Council, badan utama PBB yang bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Amerika Serikat, yang memegang kursi ketua dewan bulan ini, mendorong pembahasan mengenai komite khusus yang bertugas mengawasi penerapan sanksi terhadap Iran. Namun, Rusia dan China mencoba menggagalkan agenda tersebut.

Upaya kedua negara itu akhirnya gagal setelah mayoritas anggota dewan mendukung pembahasan tersebut. Dalam pemungutan suara, 11 negara mendukung dilanjutkannya diskusi, sementara Rusia dan China menolak, dan dua negara lainnya memilih abstain.

Perdebatan pun memanas ketika utusan Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, secara terbuka menuding Rusia dan China berupaya melindungi Iran dari sanksi internasional. Menurut Waltz, dunia internasional seharusnya bersatu untuk menekan program nuklir Iran yang dianggap berpotensi mengancam stabilitas global.

“Semua negara anggota PBB seharusnya menerapkan embargo senjata terhadap Iran, melarang transfer dan perdagangan teknologi misil, serta membekukan aset keuangan yang relevan,” kata Waltz dalam pidatonya di depan dewan.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah sanksi yang ingin diterapkan kembali bukanlah keputusan sewenang-wenang, melainkan respons yang ditujukan secara spesifik terhadap ancaman yang dinilai muncul dari program nuklir dan misil Iran.

“Ketentuan PBB yang akan diberlakukan kembali bukanlah tindakan arbitrer, tetapi dirancang secara sempit untuk mengatasi ancaman dari program nuklir, misil, dan persenjataan konvensional Iran,” tambahnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.