Duel Panas di PBB: Program Nuklir Iran Picu Ketegangan Baru

ED
Jumat, 13 Maret 2026 | 14:09 WIB
Bagikan
Duel Panas di PBB: Program Nuklir Iran Picu Ketegangan Baru

Ketegangan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan isu nuklir Iran sebagai alasan untuk melancarkan serangan terhadap beberapa fasilitas nuklir negara tersebut pada Juni lalu. Trump mengklaim Iran hampir memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu jika serangan itu tidak dilakukan. Namun sejumlah sumber menyebut klaim tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh penilaian intelijen Amerika.

Sementara itu, sekutu Washington seperti United Kingdom dan France menyatakan bahwa pengenaan kembali sanksi terhadap Iran merupakan langkah yang sah. Mereka menilai Teheran belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai aktivitas nuklirnya.

Pemerintah Prancis bahkan menyatakan bahwa pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency, tidak lagi dapat menjamin sepenuhnya bahwa program nuklir Iran memiliki tujuan damai. Menurut Paris, persediaan uranium Iran saat ini secara teoritis cukup untuk memproduksi hingga sepuluh perangkat nuklir.

Perdebatan keras di Dewan Keamanan tersebut memperlihatkan bahwa isu nuklir Iran kembali menjadi titik konflik utama dalam politik global. Dengan posisi negara-negara besar yang semakin terpolarisasi, peluang tercapainya kesepakatan internasional dalam waktu dekat tampaknya masih jauh dari harapan. @kanaya

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.