Drama 120 Menit! Spanyol Rebut Mahkota Dunia
Tendangan Lamine Yamal yang nyaris membuahkan gol. /tangkapan layar
Drama terjadi pada menit-menit akhir waktu normal. Enzo Fernández melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsí dan menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Argentina pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain.
Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap gagal mencetak gol hingga 90 menit berakhir. Lamine Yamal sempat melepaskan tendangan melengkung ke sudut jauh, tetapi Emiliano Martínez kembali melakukan penyelamatan gemilang yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di babak tambahan, Spanyol terus menekan pertahanan Argentina. Nico Williams sempat gagal menyambut umpan silang hanya karena selisih beberapa sentimeter. Tak lama kemudian sempat tercipta gol dari situasi bola pantul, tetapi wasit Slavko Vincic menghentikan permainan karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap Nicolás Otamendi.
Argentina bertahan habis-habisan demi membawa pertandingan ke adu penalti. Para pemain Albiceleste beberapa kali melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil untuk memutus ritme permainan Spanyol. Nicolás Tagliafico bahkan terus membayangi Lamine Yamal sehingga memicu ketegangan di lapangan.
Spanyol kembali memperoleh peluang emas ketika Mikel Merino berdiri bebas menyambut umpan silang. Namun, sundulannya justru melenceng dari sasaran.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams mengirim sundulan yang mengarah kepada Ferran Torres. Penyerang Barcelona itu berhasil berlari lebih cepat daripada lini belakang Argentina sebelum menaklukkan Emiliano Martínez. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus mengubah skor menjadi 1-0 untuk Spanyol.
Torres sebenarnya sempat kembali membobol gawang Argentina beberapa menit kemudian. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside yang sangat tipis setelah pemeriksaan asisten wasit.
Pada sisa pertandingan, Argentina mencoba bangkit meski bermain dengan 10 orang. Peluang terbaik hadir melalui Giuliano Simeone yang mendapat ruang di dalam kotak penalti, tetapi gagal memaksimalkan kesempatan sehingga harapan Albiceleste memaksakan adu penalti sirna.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!