Dr. Bramastia: Wacana Duet Ganjar - Prabowo Bukti Kepanikan Menghadapi Anies Baswedan

ED
Selasa, 26 September 2023 | 17:56 WIB
Bagikan
Dr. Bramastia: Wacana Duet Ganjar - Prabowo Bukti Kepanikan Menghadapi Anies Baswedan

VISI.NEWS | SOLOIsu capres PDIP Ganjar Pranowo dan capres Gerindra Prabowo Subianto akan berpasangan pada Pilpres 2024 mencuat belakangan ini. Kemunculan wacana tersebut dinilai sebagai bentuk ketakutan atas kenaikan elektabilitas capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang menjadi pesaing keduanya.

“Itu bentuk ketakutan melihat tren kenaikan elektabilitas Anies. Meskipun (Anies) disebut masih di urutan ketiga tapi memiliki peluang untuk melakukan loncatan. Anies ini punya kejutan,” jelas pemerhati politik Dr. Bramastia, kepada KBA News Selasa (26/9/2023).

Apalagi, dia menambahkan relawan Anies Baswedan dan basis massa tiga partai pendukung, yaitu NasDem, PKB, dan PKS, juga sangat militan.

“Semua bergerak sangat luar biasa. Saya melihat mereka itu tidak koar-koar. Tapi begitu deklarasi langsung masif,” ungkap dosen Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini.

Menurutnya sangat aneh kalau Ganjar dan Prabowo yang selalu diunggulkan survei dan selalu menempati peringkat pertama dan kedua akan berkoalisi.

Makanya, dorongan untuk menduetkan Ganjar dan Prabowo ini tidak lepas dari ketakutan dan mengantisipasi membesarnya dukungan kepada Anies Baswedan.

“Kan aneh dia (Anies) itu nomor 3 (di survei). Kok kemudian yang bergabung justru yang (hasil) surveinya nomor 1 dan nomor 2. Artinya kalau kita mau jujur sebetulnya memang kans perubahan ini akan semakin kencang,” tandasnya.

Isu Ganjar dan Prabowo berkoalisi ini mencuat setelah Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berbicara peluang kedua capres tersebut bergabung.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.