DMC dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Buka Layanan Darurat Bagi Penyintas Gempa Sulawesi Barat
Sedangkan di Kabupaten Majene terlihat posko pengungsian berada di SMK Bukit Tinggi dengan 500 jiwa pengungsi, dan di Keluarahan Malunda, Desa Maliaya, Mekkatta, Lombong dan Kecamatan Tubo dengan total 7.000 jiwa pengungsi di daerah masing-masing.
Sebelumnya gempa berkekuatan M 5,8 mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu (8/6) siang, pukul 12.32 WIB.
Pusat gempabumi tercatat berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer tepatnya 43 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Mamuju. Gempa dirasakan kurang lebih 5 detik.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, gempa juga dirasakan sedang di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Kepanikan juga sempat dialami warga di dua kabupaten tersebut, namun kondisi berangsur kondusif.
Berdasarkan kajian inaRISK, Provinsi Sulawesi Barat termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa kategori sedang hingga tinggi.
Sebanyak enam (6) kabupaten memiliki potensi bahaya tersebut dengan total luas bahaya 157,522 hektar. Sementara di Kabupaten Mamuju memiliki potensi bahaya gempa sedang hingga tinggi dengan 5 kecamatan masuk di dalamnya.
Kepala BNPB menyampaikan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memastikan gempabumi M 5.8 kemarin tidak berpotensi tsunami. Di sisi lain, gempa susulan juga minim terjadi dengan kekuatan yang semakin kecil.
Sehingga masyarakat dipastikan aman apabila kembali ke rumah, dengan catatan tetap harus waspada karena Mamuju dan wilayah Sulawesi Barat merupakan daerah rawan gempabumi sedang hingga tinggi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!