DMC dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Buka Layanan Darurat Bagi Penyintas Gempa Sulawesi Barat

ED
Selasa, 14 Juni 2022 | 16:47 WIB
Bagikan
DMC dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Buka Layanan Darurat Bagi Penyintas Gempa Sulawesi Barat

VISI.NEWS | MAMUJU - Dapur Umum, Pos Hangat dan Pos Medis siap melayani penyintas gempa bumi di Sulawesi Barat. Melalui unit Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan membuka Dapur Umum, Pos Hangat dan Pos Medis di Lingkungan Salunangka, Keluarahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Layanan ini membantu sebanyak 270 penerima manfaat.

“Setelah mendengar dan memverifikasi berita mengenai gempa di Mamuju, kami segera mengirimkan tim DMC Dompet Dhuafa. Kami ingin mendampingi masyarakat di saat-saat sulit seperti ini. Kami berharap masyarakat terdampak, dapat dengan ikhlas menerima ujian ini dan berusaha bangkit pada masa pemulihan nantinya,” jelas Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa, Selasa (14/6/2022).

Hingga kini tim DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan masih berada di lokasi dan terus memberikan layanan serta bantuan darurat bagi penyintas gempa bumi.

“Bagi masyarakat yang ingin turut serta membantu atau bergabung dalam aksi respons bencana Dompet Dhuafa bisa mendatangi langsung Pos Dompet Dhuafa di Jl. Abdul Malik Pattana Endeng BTN Korongana, Lingkungan Korongna, Kelurahan Simbori, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat,”terang Haryo.

Penyintas masih membutuhkan bantuan darurat berupa Tenda Pengungsi, Tenda Keluarga, Tenda Isolasi, Terpal, Tikar Alas, Alat Penerangan, Air Bersih, Makanan Siap Saji, Paket Sandang, Selimut Obat-Obatan, Perlengkapan Bayi, Balita dan Ibu Hamil

Berdasarkan hasil diagnosa tim medis yang berada di lokasi, mereka menemukan tiga gejala penyakit yang diderita penyintas yakni tension type headache (TTH) atau yang juga disebut dengan nama sakit kepala tipe tegang, vertigo atau sakit pusing kepala yang muncul tiba-tiba, dan gastritis atau peradangan pada dinding lambung.

Terhitung terdapat delapan posko pengungsian di Kabupaten Mamuju: (1) Stadiun Manakarra, 1.185 jiwa; (2) Jalur 2 Kelurahan Mamuny, 500 jiwa; (3) Kantor Bupati Mamuju, 100 jiwa; (4) Kantor TVRI Sulawesi Barat, 70 jiwa; (5) Bukit Sese Bia, 60 jiwa; (6) Terminal Regional Simbuang, 244 jiwa; (7) Lapangan Ahmad Kirang; (8) dan Kecamatan Tapalang Barat (di wilayah masing-masing), 6.000 jiwa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.