Disperkim Sebut 41 Jembatan di Sukabumi Rusak Akibat Bencana
Jembatan Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi yang putus diterjang banjir./visi.news/ist.
Sendi menegaskan bahwa Jembatan Leuwidinding memiliki peran penting sebagai akses masyarakat, tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga dalam mempercepat konektivitas antar wilayah.
“Jembatan bukan hanya dibutuhkan masyarakat, tapi menjadi akses yang mempercepat. Dan ini merupakan jembatan yang paling panjang, yang kami punya data inventarisasi itu, jembatan yang paling panjang ada disini, selebihnya kan 40 meter, 30 meter,” katanya.
Adapun peran pemerintah daerah, dalam pembangunan jembatan ini mulai dari penyusunan gambar teknis, pengurusan perizinan. Ia berharap pembangunan Jembatan Leuwidinding dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.
Terkait kebutuhan anggaran, Sendi mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan pada tahun 2025, pembangunan Jembatan Leuwidinding diperkirakan membutuhkan biaya lebih dari Rp1,2 miliar. Namun, nilai tersebut masih dapat berubah karena pihak pelaksana akan melakukan perhitungan ulang setelah menerima Dokumen Engineering Design (DED) dari pemerintah daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!