Disperkim Sebut 41 Jembatan di Sukabumi Rusak Akibat Bencana
Jembatan Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi yang putus diterjang banjir./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Sebanyak 41 jembatan mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 jembatan tercatat mengalami kerusakan parah, termasuk Jembatan Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi disela peninjauan pembangunan Jembatan Leuwidinding, Selasa (21/7/2026).
“Jumlah jembatan yang terhitung oleh kita pascabencana 41, 23 diantaranya rusak parah. Termasuk di Jampangtengah ini, Leuwidinding,” ujar Sendi.
Namun, Sendi tidak menjelaskan secara rinci apakah puluhan jembatan tersebut rusak akibat bencana yang terjadi pada akhir 2024 atau 2025. Sebab, pada periode tersebut sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi dilanda bencana longsor dan banjir bandang. Sementara itu, Jembatan Leuwidinding diketahui putus akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025.
Ia menjelaskan, saat ini kewenangan pemerintah daerah terhadap pembangunan jembatan gantung sudah tidak ada, sehingga pihaknya berupaya memfasilitasi masyarakat agar pembangunan jembatan tetap dapat direalisasikan melalui berbagai skema bantuan dan kolaborasi.
Menurut Sendi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengusulkan sejumlah format bantuan, termasuk melalui TNI AD, CSR perusahaan, serta dukungan swadaya masyarakat. Ia menyebutkan, hingga tahun ini pemerintah daerah telah terbantu dalam realisasi pembangunan 14 jembatan.
Ia menambahkan, banyaknya kebutuhan rehabilitasi pascabencana diperparah oleh kondisi sejumlah jembatan yang usianya sudah cukup tua, mengalami keropos, dan tidak lagi layak digunakan.
Untuk jembatan Leuwidinding, pembangunannya merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah setempat, TNI AL, dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!