Abu Vulkanik Bisa Picu Iritasi Kulit, Ini Cara Mengatasinya 7 Sep 2026 Teras Cihampelas Ditata Ulang 2027, Dedi Siapkan Solusi untuk 15 Pedagang 7 Sep 2026 Soal Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Yahya Zaini Minta Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan 7 Sep 2026 Wanita Sukabumi Jatuh dari Jembatan Gegara Gamis Terlilit Rantai 7 Sep 2026 Dipecat dari Polisi, Briptu MD Ungkap Pejabat Polda Jambi yang Terima Aliran Dana 7 Sep 2026 Harga Masker di Tanah Abang Tembus Rp40 Ribu per Boks 7 Sep 2026 Persib Hadapi Persija dan Seoul FC Usai Tekuk PSM 7 Sep 2026 Manfaat Kacang-kacangan untuk Kesehatan Saat Diet 7 Sep 2026 382 Jamaah Umrah Dialihkan dari Aceh ke Bandara Kertajati 7 Sep 2026 Bandara Ahmad Yani Semarang Beroperasi 24 Jam Imbas Erupsi Anak Krakatau 7 Sep 2026 Abu Vulkanik Bisa Picu Iritasi Kulit, Ini Cara Mengatasinya 7 Sep 2026 Teras Cihampelas Ditata Ulang 2027, Dedi Siapkan Solusi untuk 15 Pedagang 7 Sep 2026 Soal Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Yahya Zaini Minta Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan 7 Sep 2026 Wanita Sukabumi Jatuh dari Jembatan Gegara Gamis Terlilit Rantai 7 Sep 2026 Dipecat dari Polisi, Briptu MD Ungkap Pejabat Polda Jambi yang Terima Aliran Dana 7 Sep 2026 Harga Masker di Tanah Abang Tembus Rp40 Ribu per Boks 7 Sep 2026 Persib Hadapi Persija dan Seoul FC Usai Tekuk PSM 7 Sep 2026 Manfaat Kacang-kacangan untuk Kesehatan Saat Diet 7 Sep 2026 382 Jamaah Umrah Dialihkan dari Aceh ke Bandara Kertajati 7 Sep 2026 Bandara Ahmad Yani Semarang Beroperasi 24 Jam Imbas Erupsi Anak Krakatau 7 Sep 2026

Dipecat dari Polisi, Briptu MD Ungkap Pejabat Polda Jambi yang Terima Aliran Dana

Desi Rossilawati
Senin, 7 September 2026 | 18:32 WIB
Bagikan
Dipecat dari Polisi, Briptu MD Ungkap Pejabat Polda Jambi yang Terima Aliran Dana

Ilustrasi./visi.news/ist.

Selain Kombes H, Ferdi menyebut uang hasil dugaan penipuan juga mengalir kepada seorang perwira berinisial Ipda P dan Brigadir R.

Menurut Ferdi, Mabes Polri perlu mencari aktor intelektual dalam rangkaian dugaan penipuan tersebut, termasuk mendalami dugaan keterlibatan pihak di Mabes Polri.

“Klien kami tidak bisa seorang diri, tentu ada pemegang server di Mabes Polri yang bisa mengakses soal kelulusan Polri, klien kami ini jadi tumbal saja,” jelasnya.

Ferdi mengatakan, dalam menjalankan aksinya, MD disebut mendapat perintah dari Kombes H untuk mencari "pasien", istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang ingin masuk Polri.

Untuk kuota reguler, MD disebut berhasil mengumpulkan 27 orang. Namun, hanya satu orang yang dinyatakan lulus. Sementara itu, terdapat 16 orang dalam kuota khusus.

Setiap korban mengalami kerugian berbeda, mulai dari Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

Menurut Ferdi, dugaan penipuan bermula ketika MD diminta mempertanggungjawabkan uang dari korban kuota reguler yang tidak lulus.

MD kemudian diminta mengembalikan uang para korban. Namun, karena tidak mampu mengembalikannya, MD berinisiatif membuka kuota khusus fiktif untuk mencari korban baru.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.