Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Dijerat Pasal Berlapis, Ayah Tiri Aniaya Anak Tiri Berulang Kali hingga Tewas

ED
Minggu, 7 April 2024 | 12:46 WIB
Bagikan
Dijerat Pasal Berlapis, Ayah Tiri Aniaya Anak Tiri Berulang Kali hingga Tewas

Ia menyebutkan, anaknya itu tiga orang, dan ketiganya pernah jadi korban penganiyaan oleh tersangka.

"Korban sudah dilakukan otopsi. Hasil dari otopsi itu, yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah usus 12 jari terluka akibat pukulan tersangka. Ini mengakibatkan korban tidak bisa masuk makanan dan terus muntah-muntah. Ini mengakibatkan meninggal dunia," katanya.

Kusworo mengatakan yang membuat tersangka temperamen karena sering melihat korban berantem. Kenakalan anak-anak ini menyebabkan tersangka emosi dan temperamental kepada anak-anak.

"Tersangka tidak bisa mengendalikan emosi, bahwa sampai melakukan kekerasan kepada anak-anak ini," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa tersangka saat mengemudikan angkot sering minum kopi yang dicampur obat keras, seperti tramadol dan lain sebagainya.

"Kopinya dibiarkan diminum anaknya. Dan ini perbuatan orang tua yang tidak diperbolehkan yang dilakukan kepada anak," katanya.

Kusworo mengatakan bahwa tindak pidana penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban diketahui oleh ibu kandung korban.

"Makanya, pesan moralnya. Ketika kita atau anggota keluarga diketahui suka melakukan perbuatan penganiyaan terhadap salah satu anggota keluarganya. Jangan dibiarkan. Tapi harus dikomunikasikan dengan pihak ketiga kalau memang tidak bisa, laporkan KDRT. Setidaknya ada peran memberikan efek jera kepada anggota keluarga yang melakukan perbuatan penganiyaan ini agar tidak berkelanjutan, bahkan sampai meninggal anggota keluarga tersebut," tuturnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.