Didukung Dua Menteri, TPST KDMP Langonsari Jadi Model Nasional,
Menurut Sonson, keberhasilan TPST Langonsari tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pengembangan koperasi.
“Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Ini hasil kerja kolektif. Karena itu penghargaan yang kami terima sesungguhnya milik seluruh anggota koperasi, warga, petani, relawan lingkungan, dan semua pihak yang percaya bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi,” katanya.
Raih Penghargaan Bupati Bandung
Keberhasilan KDMP Langonsari juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Koperasi ini menerima Piagam Penghargaan dari Bupati Bandung atas kontribusinya dalam mengubah pengelolaan sampah menjadi kegiatan produktif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan karena TPST KDMP Langonsari berhasil mentransformasi sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan menjadi sumber daya ekonomi. Saat ini unit usaha tersebut mampu menghasilkan kompos nano, pupuk, biochar, briket, minyak atsiri, hingga etanol food grade, sekaligus memberdayakan petani lokal melalui berbagai program kemitraan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi. Harapan kami, Langonsari bisa menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Sonson.
Ia optimistis, dengan dukungan Nota Kesepahaman antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Koperasi, model TPST berbasis koperasi akan semakin berkembang di berbagai daerah.
“Jika setiap desa mampu mengelola sampahnya sendiri dan mengubahnya menjadi sumber ekonomi, maka kita bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari desa. Itulah cita-cita besar yang sedang kami perjuangkan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!