Didukung Dua Menteri, TPST KDMP Langonsari Jadi Model Nasional,

ED
PN
Senin, 17 Agustus 2026 | 07:21 WIB
Bagikan
/

“Petani sering menghadapi kendala modal untuk membeli pupuk dan sarana produksi. Melalui koperasi, kami membantu mereka mendapatkan kebutuhan tersebut dengan sistem yang lebih ringan. Ketika panen berhasil, mereka baru melakukan pembayaran. Ini menjadi bentuk gotong royong ekonomi yang kami bangun,” tuturnya.

TPST KDMP Langonsari saat ini telah berkembang menjadi pusat agribisnis terpadu. Pupuk nano, kompos nano, dan biochar yang dihasilkan digunakan untuk berbagai komoditas pertanian, termasuk tanaman nilam yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sonson menjelaskan bahwa pengembangan tanaman nilam merupakan bagian dari strategi menciptakan rantai usaha yang saling terhubung. Nilam menghasilkan minyak atsiri atau patchouli oil yang menjadi bahan baku industri parfum, sementara limbah pasca-destilasi masih dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah.

“Konsep kami adalah tidak ada yang terbuang. Hasil pengolahan sampah menjadi pupuk digunakan untuk pertanian. Hasil pertanian menjadi bahan baku industri minyak atsiri. Ampas destilasi kemudian diproses lagi menjadi arang aromaterapi. Jadi satu kegiatan menghasilkan banyak manfaat ekonomi,” ungkapnya.

Selain menghasilkan berbagai produk, Sonson melihat peluang besar dari perdagangan karbon atau carbon trade yang mulai berkembang di Indonesia maupun pasar internasional.

“Ke depan, potensi perdagangan karbon akan menjadi salah satu sumber pendapatan baru. Karena apa yang kami lakukan sesungguhnya membantu mengurangi emisi, mengurangi timbunan sampah, dan meningkatkan kualitas lingkungan. Ini adalah peluang yang harus disiapkan sejak sekarang,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Sonson menilai keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menjadi peluang penting bagi koperasi yang ingin mengembangkan TPST berbasis ekonomi sirkular.

“Banyak yang bertanya dari mana modalnya. Selain dari anggota, koperasi memiliki peluang mengakses pembiayaan LPDB dengan bunga yang relatif rendah. Ini menjadi peluang besar agar model seperti Langonsari bisa tumbuh di banyak daerah,” ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.