Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Di Balik Angka 19 Ribu Sapi Program MBG

Desi Rossilawati
Kamis, 30 April 2026 | 09:23 WIB
Bagikan
Di Balik Angka 19 Ribu Sapi Program MBG

Kepala BGN Dadan Hindayana jelaskan simulasi kebutuhan sapi MBG /visi.news/LihatJambi

VISI.NEWS | JAKARTA-  Angka 19.000 ekor sapi per hari sempat mengundang tanda tanya publik. Namun di balik angka besar itu, tersimpan gambaran sederhana tentang bagaimana dapur dapur program Makan Bergizi Gratis bekerja melayani jutaan masyarakat.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa angka tersebut bukanlah kondisi nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa perhitungan itu hanya berupa simulasi jika seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi memasak menu daging sapi secara bersamaan.

“Ini hanya pengandaian. Jadi satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor,” ujarnya kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Di setiap dapur, kebutuhan daging untuk satu kali memasak berkisar antara 350 hingga 382 kilogram. Jumlah tersebut setara dengan satu ekor sapi yang kemudian diolah menjadi sajian bergizi bagi para penerima manfaat.

Namun dalam praktiknya, menu yang disajikan tidak pernah dibuat seragam. Setiap daerah memiliki variasi menu masing masing, sehingga kebutuhan bahan pangan dapat lebih terkendali dan tidak menimbulkan tekanan berlebih di pasar.

Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting. Saat peringatan ulang tahun Prabowo Subianto pada 17 Oktober, menu nasi goreng dan telur disajikan kepada sekitar 36 juta penerima manfaat. Dampaknya, kebutuhan telur melonjak hingga sekitar 36 juta butir atau setara 2.200 ton, yang sempat memicu kenaikan harga.

“Kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi dan harga bisa naik,” jelasnya.

Di balik kebijakan tersebut, terdapat upaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi masyarakat dan stabilitas harga bahan pangan. Para pengelola dapur dituntut untuk fleksibel dalam menyusun menu, sekaligus memastikan setiap hidangan tetap memenuhi standar gizi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.