Deteksi Dini Thalasemia Diperkuat, Bandung Dorong Skrining Genetik Keluarga
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai thalasemia, menyaksikan pemutaran video testimoni pasien, mengikuti pemaparan hasil program, serta berpartisipasi dalam pengambilan 90 sampel air liur sebagai bagian dari penelitian dan penguatan program skrining genetik. Sebanyak 484 penyandang thalasemia bersama keluarga turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, dan masyarakat, upaya pencegahan thalasemia diharapkan semakin kuat. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses skrining genetik sehingga kualitas hidup penyandang thalasemia dan keluarganya di Indonesia dapat terus meningkat.
Jika diinginkan, saya juga dapat mengubahnya menjadi gaya yang lebih khas Kompas.com, dengan lead yang lebih kuat, kutipan yang lebih selektif, dan alur berita yang lebih mengalir seperti berita nasional di halaman utama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!