Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Bobotoh dan Soroti Transparansi Persib

Desi Rossilawati
Senin, 27 April 2026 | 12:30 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Bobotoh dan Soroti Transparansi Persib

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./visi.news/Pemprov Jabar.

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik publik sekaligus menegaskan komitmennya pada transparansi dalam polemik yang melibatkan Persib Bandung. Sorotan pertama datang dari aksi suporter saat laga kontra Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026). Spanduk bertuliskan 'Shut Up KDM' yang dibentangkan bobotoh viral di media sosial dan menuai beragam respons. Menanggapi hal itu, Dedi tidak menunjukkan reaksi defensif. Ia justru mengapresiasi kritik tersebut sebagai pengingat agar dirinya tidak berlebihan dalam mengomentari Persib. Menurut Dedi, pesan dari bobotoh memiliki niat baik, yakni menjaga profesionalisme sepak bola agar tidak tercampur dengan kepentingan lain, termasuk politik. Ia menilai kritik seperti itu penting dalam menjaga batas antara peran publik dan dunia olahraga. “Terima kasih sudah diingatkan,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Senin (27/4/2026). Ia juga mengajak bobotoh untuk mengalihkan energi pada dukungan nyata kepada tim, terutama menghadapi lima laga krusial ke depan, alih-alih terjebak dalam perdebatan di media sosial. Sikap terbuka itu juga tercermin dalam polemik lain terkait bonus bagi pemain Persib. Dedi menjelaskan secara rinci asal-usul bonus Rp1 miliar yang dijanjikan oleh Maruarar Sirait. Ia menuturkan, komitmen bonus tersebut muncul dalam pertemuan antara dirinya, Maruarar, dan manajemen Persib yang membahas target ambisius meraih tiga gelar juara beruntun. Dalam diskusi itu, Maruarar secara spontan menyatakan kesiapan memberikan dukungan finansial untuk laga tandang. Dari tujuh pertandingan tandang, lima di antaranya direncanakan mendapat bonus masing-masing Rp1 miliar, sehingga total mencapai Rp5 miliar. Sebelum informasi itu disampaikan ke publik, Dedi mengaku telah memastikan kepada manajemen bahwa tidak ada pelanggaran aturan. Yang menjadi penekanan Dedi adalah alasan di balik keterbukaan tersebut. Ia menyatakan, meskipun awalnya diminta untuk tidak mempublikasikan, prinsip transparansi menjadi dasar keputusannya. Baginya, setiap informasi yang berkaitan dengan dukungan finansial dalam ekosistem olahraga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi. “Saya menjunjung tinggi transparansi,” tegasnya. Langkah itu sekaligus memperlihatkan posisi Dedi yang berupaya menjaga akuntabilitas tanpa mencampuri teknis profesional klub. Ia menempatkan diri sebagai fasilitator yang memastikan dukungan berjalan sesuai aturan dan diketahui publik. Di tengah dua isu yang sempat memicu perdebatan, Dedi kembali menegaskan pesan yang sama: kritik adalah bagian dari kontrol publik, sementara fokus utama tetap pada prestasi tim. Ia mengajak bobotoh untuk bersatu mendukung Persib dalam momen penentuan musim ini, bukan memperpanjang polemik di ruang digital. Dengan pendekatan tersebut, Dedi tidak hanya meredam tensi, tetapi juga memperlihatkan keberpihakan pada tata kelola yang terbuka dan penghormatan terhadap profesionalisme sepak bola dua hal yang menjadi fondasi penting bagi kepercayaan publik. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.