Dedi Mulyadi Larang UMKM Ciwidey Jual Kopi Sachet
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, dan Rancabali) di Bandung Selatan sebagai fokus pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan. Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong masyarakat lokal terlibat langsung dalam industri pariwisata.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengubah hunian warga menjadi penginapan atau homestay yang layak bagi wisatawan. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.
Dedi Mulyadi memproyeksikan transformasi rumah-rumah warga menjadi bangunan panggung yang memiliki nilai estetika tinggi. Nantinya, rumah tersebut akan dirancang dengan pembagian ruang yang produktif bagi pemiliknya.
“Semua bangunan rakyat akan kita ubah jadi rumah panggung estetik, satu rumah empat kamar, dos untuk keluarga dan dua untuk homestay, supaya masyarakat tidak hanya jadi buruh tapi ikut menikmati hasil pariwisata,” jelas Dedi Mulyadi dikutip dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Langkah strategis ini diambil agar keuntungan dari sektor pariwisata tidak hanya mengalir ke kantong pengusaha besar dari luar daerah, sementara warga lokal hanya menjadi pekerja kasar dengan upah minim.
“Pengusaha dari luar datang jadi kaya, sementara warga lokal yang bekerja sebagai kuli petik justru tetap miskin, ini yang harus kita ubah,” tegasnya.
Selain urusan penginapan, sektor UMKM dan pedagang kaki lima di Ciwidey serta Pangalengan juga tidak luput dari penataan.
Dedi mengarahkan agar identitas lokal ditonjolkan melalui penggunaan sarana jualan tradisional yang rapi dan penyajian produk asli daerah. Ia menekankan agar produk instan tidak lagi mendominasi lapak-lapak wisata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!