Dede Farhan Aulawi Sampaikan Prognosa Keamanan dan Ekonomi Global 2024
VISI.NEWS | BANDUNG - Sebagaimana diketahui perang saat ini masih terjadi antara Rusia vs Ukraina, dan Israel vs Palestina. Dalam prakteknya perang tersebut sebenarnya sudah semakin melebar dan melibatkan beberapa negara, meskipun ada yang terlibat langsung ataupun tidak langsung. Banyak mata yang terus mencermati situasi ini dan berharap agar perang segera selesai atas dasar keinginan luhur untuk menciptakan perdamaian dan rasa kemanusiaan.
"Kalah atau menang dalam perang pada akhirnya akan melahirkan dendam sejarah, dan tinggal menunggu waktu kapan peperangan selanjutnya akan dimulai kembali. Disinilah pentingnya untuk terus mendorong keinginan untuk saling menghormati dan menghargai dalam berbagai forum internasional agar tercipta perdamaian dunia “, ungkap Pemerhati Keamanan Internasional Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (2/1/2023) malam.
Menurutnya, para investor atau pelaku ekonomi sektor riil lainnya sangat menunggu situasi keamanan global yang aman, karena pasti akan berdampak pada pencapaian target bisnisnya. Prognosa dan perencanaan bisnis akan semakin sulit dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut terungkap dalam obrolan santai dalam memasuki awal tahun baru 2024 antara Dede Farhan Aulawi dengan para awak media yang meminta pendapatnya mengenai perkiraan situasi keamanan dan ekonomi di tahun 2024 ini.
Selanjutnya Dede juga menjelaskan dampak jangka panjang dari perang yang terjadi terhadap situasi ekonomi, perdagangan internasional, dan globalisasi . Pasca perang, biasanya banyak negara yang akan focus pada perbaikan kondisi ekonomi dan mempercepat pemulihan. Termasuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat perang, dan yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Fakta empiric menunjukan bahwa perang tidak hanya melibatkan negara-negara saja, tetapi juga perusahaan swasta dan aktor non-negara lainnya.
Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya keterkaitan antara perang dan ekonomi di era globalisasi saat ini. Dampak perang terhadap perekonomian global, antara lain menurunkan Pertumbuhan Ekonomi karena banyak aset, infrastruktur, dan modal manusia yang dihancurkan selama perang. Selain itu, menyebabkan Inflasi karena pengeluaran pemerintah yang besar untuk membiayai perang, dan juga karenanya menurunkan produksi barang dan jasa. Hal ini dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik, sehingga menurunkan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup. Lalu meningkatkan Pengangguran karena selama perang banyak orang yang meninggalkan pekerjaan atau menjadi korban perang. Selain itu, banyak perusahaan yang terpaksa tutup atau merumahkan karyawannya. Kemudian menurunkan Nilai Mata Uang karena pengeluaran pemerintah yang besar untuk perang dan ketidakpastian politik. Terakhir tentu akan memicu Penurunan Investasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!