Dede Farhan Aulawi Nilai Penting Rumuskan Strategi Pertahanan Siber
Tantangan-tantangan yang akan dihadapi umumnya terkait dengan pandangan kapasitas operasional dari pasukan siber ini, mulai dari interaksi antara pandangan strategis, operasional, dan ketersediaan keterampilan sumber dayanya. Salah satu tantangan utama muncul terkait dengan mandat atau kewenangan untuk melakukan pengintaian, sehingga sulit untuk mengidentifikasi target potensial dan mempersiapkan operasi dengan baik sejak awal.
Aspek mendasar dalam membangun kekuatan siber militer tidak terletak pada perolehan sumber daya material, namun pada rekrutmen, pelatihan, dan retensi individu-individu yang terampil. Selain itu, landasan hukum atau payung hukum yang masih lemah seringkali menghalangi imajinasi, improvisasi, dan kreativitas para ahli siber yang diperlukan untuk skenario perang siber di masa depan.
“Dalam konteks pengembangan kualitas personil pasukan siber, kita bisa belajar dari pasukan siber Belanda (DCC) dengan melakukan tiga pendekatan. Pertama, mereka memiliki dan melaksanakan program pelatihan tempur siber secara berkelanjutan, diantaranya membangun fasilitas pelatihan dan pengujian keamanan siber yang dikenal sebagai 'cyber range', khusus untuk digunakan oleh DCC. dTermasuk melaksanakan latihan gabungan keamanan siber internasional. Latihan pertahanan siber internasional terbesar yang menawarkan 'tantangan teknis tembakan langsung paling rumit di dunia' adalah Locked Shields, yang diselenggarakan oleh Pusat Keunggulan Pertahanan Siber NATO “, pungkas Dede.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!