Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Dede Farhan Aulawi Nilai Penting Rumuskan Strategi Pertahanan Siber

ED
Rabu, 20 Maret 2024 | 08:43 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Nilai Penting Rumuskan Strategi Pertahanan Siber

Meskipun pembentukan komando siber tersebar luas, katanya, banyak militer sekutu NATO menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan kompleksitas domain siber. Hanya sedikit sekutu NATO yang sudah piawai dalam melakukan operasi siber, yang mencakup tindakan untuk mengganggu, menyangkal, merendahkan martabat, dan berpotensi merusak target. Beberapa negara terus bergulat dengan integrasi operasi siber ke dalam pandangan strategis dan kerangka hukum mereka. Inilah hal yang menarik untuk dikaji agar bisa memprediksi militerisasi dunia maya dan menentukan arah konflik dunia maya di masa depan. Sebagai catatan, riset pasukan siber yang mengemuka saat ini masih didominasi oleh AS, Rusia, Tiongkok, Korea Utara, dan Iran.

Fakta perang siber telah menjadi mandala perang baru sebenarnya sudah dan terus berlangsung sepanjang waktu. Penyerangan secara terbatas telah terjadi berkali - kali oleh beberapa negara, dimana kondisi ini dapat juga diasumsikan sebagai uji coba, namun peperangan yang sesungguhnya dan jauh lebih besar telah dipersiapkan berdasarkan urutan kronologis kejadian pada jaringan komputer di dunia yang telah dimulai sejak awal tahun 2000-an. Diantaranya Internet social engineering attacks, Network sniffers, Packet spoofing, Hijacking sessions, Automated probes and scans, GUI (Graphical User Interface) intruder tools, Automated widespread attacks, Widespread denialof-service attacks, Executable code attacks (against browsers), Techniques to analyse code with Vulnerabilities without source, Widespread attacks on DNS infrastructure, Widespread attacks using NNTP to distribute attack, “Stealth” and other advanced scanning techniques, Windows-based remote controllable Trojans (Back Orifice), Email propagation of malicious code, Wide-scale Trojan distribution, Distributed attack tools, Distributed Denial of service (DDoS) attacks,Targeting of specific users, Antiforensic techniques, Wide-scale use of worms, dan Sophisticated command and control attacks.

Trend ancaman serangan siber, kata Dede Farhan, akan berkembang terus sesuai perkembangan teknologi informasi, oleh karenanya perlu dilakukan riset secara terus-menerus untuk mampu mengatasi berbagai teknik, taktik dan, strategi pertahanan siber yang akan terus berkembang ke depan. Dalam UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, telah ditetapkan bahwa ancaman dalam sistem pertahanan negara terdiri dari ancaman militer dan ancaman non militer, termasuk diantaranya ancaman siber. Salah satu efek samping negatif dari perkembangan dunia siber melalui internet antara lain adalah kejahatan dalam bentuk pelanggaran hukum (cyber crime), dimana bila eskalasinya lebih meluas dapat mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah maupun keselamatan bangsa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.