Dede Farhan Aulawi Nilai Penting Rumuskan Strategi Pertahanan Siber
VISI.NEWS | BANDUNG - Saat ini sebagian besar aktivitas dan interaksi manusia, baik di bidang ekonomi, sosial budaya, kerjasama pemerintahan, dan lain – lain banyak dilakukan melalui dunia maya. Hal ini sudah merupakan tuntutan kemajuan yang dianggap cepat dan lebih efektif serta efisien, tetapi juga memiliki resiko dari kemungkinan adanya serangan siber dan bahaya teknologi komunikasi nirkabel. Secara global, tidak ada sektor yang dianggap kebal dari dampak kemungkinan terjadinya perang siber. Perusahaan multinasional, lembaga pemerintah di semua tingkatan, organisasi besar, institusi militer, institusi kepolisian, Kementerian / Lembaga dan yang lainnya selalu memiliki resiko dari kemungkinan adanya serangan siber.
"Dengan demikian, maka keberadaan dan optimalisasi peran Pasukan Dunia Maya atau Pasukan Siber sangat penting sekali. Bahkan di dunia keberadaan pasukan siber ini sudah dikategorikan angkatan ke-4, setelah Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan kemudian Angkatan Siber “, ujar Pemerhati Hankam Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (20/3/2024).
Menurutnya, eksistensi pasukan siber saat ini sudah merupakan tuntutan dan fakta realitas yang objektif sesuai dengan dinamika dan potensi ancaman yang terus berkembang. Hal ini pula yang melatarbelakangi pasukan NATO sejak tahun 2018 membentuk semacam kaukus pasukan siber-nya. Saat itu ada 61 negara di seluruh dunia yang memiliki kemampuan dan wewenang untuk melakukan operasi dunia maya, yang memengaruhi interaksi diplomatik dan militer. Di antara mereka, 23 negara adalah anggota NATO anggota. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2007 ketika hanya sepuluh negara, termasuk tiga negara NATO, yang memiliki kekuatan pasukan siber. Isu tentang perang siber (cyber war) terus dan selalu mengemuka di berbagai pertemuan para ahli pertahanan siber, bahkan diramalkan bisa memicu ketegangan antar Negara yang berimbas pada terancamnya kedamaian dunia. Itulah sebabnya Kepala Badan Telekomunikasi PBB, Toure Hamadoun pernah memperingatkan potensi perang dunia di dunia maya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!