Dede Farhan Aulawi Jelaskan Strategi Penggalangan dan Pembinaan Intelijen
VISI.NEWS | BANDUNG - Intelijen dalam perspektif ilmu, saat ini sudah banyak dipelajari oleh berbagai kalangan. Tidak hanya militer atau kepolisian saja, tetapi juga banyak diterapkan di berbagai bidang sesuai dengan kepentingan dan ruang geraknya masing – masing. Termasuk di bidang bisnis, ada yang namanya bussines intelligence, atau di bidang ekonomi ada yang namanya intelijen ekonomi, intelijen keuangan, dan lain – lain. Oleh sebab itu ruang lingkup pengorganisasian intelijen pada umumnya ada yang namanya intelijen politik, intelijen sosial budaya, intelijen ekonomi, intelijen dalam negeri, intelijen luar negeri, dan sebagainya “, ujar Pemerhati Intelijen Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, dari sekian banyak kegiatan intelijen, ada yang namanya Pembinaan dan Penggalangan (Bin-Gal). Dalam literasi yang lain cukup disebut Penggalangan (Gal) saja, karena pembinaan dianggap bagian atau tindak lanjut dari proses penggalangan. Penggalangan intelijen pada dasarnya merupakan sebuah aktivitas atau metode yang dilakukan untuk memengaruhi target agar dapat mengubah Emosi, Sikap, Tingkah laku, Opini, dan Motivasi (ESTOM) dari target tersebut. Tujuan dilakukannya penggalangan adalah untuk menciptakan suatu kondisi tertentu yang terarah dan terukur sehingga target dapat melakukan apa yang dikehendaki oleh penggalang.
Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa ada tiga strategi penggalangan yang harus dilakukan agar rencana dapat berjalan lancar, yaitu : 1. Win the heart and the mind of the target 2. Bring the target to our direction 3. Menciptakan situasi yang kondusif.
Target yang dituju dalam melakukan penggalangan ada 3 kelompok seperti, kelompok lawan yang menentang tujuan dari penggalang, kelompok netral yang tidak menentang dan tidak mendukung, dan kelompok sekutu yang mendukung supaya tidak terpengaruhi oleh kelompok lawan. Penggalangan intelijen yang dilakukan secara lunak menggunakan cara persuasif untuk menanamkan pemahaman baru kepada target (dialog, silaturahmi, seminar, workshop), memberikan bantuan secara materi kepada target, dan melakukan kegiatan propaganda. Sarana penggalangannya mencakup pada pola, teknik, dan taktik penggalangan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!