Dede Farhan Aulawi Jelaskan Strategi Penggalangan dan Pembinaan Intelijen

ED
Kamis, 23 November 2023 | 14:28 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Jelaskan Strategi Penggalangan dan Pembinaan Intelijen

Kemudian ia juga menguraikan terkait pola penggalangan untuk membuat target mau untuk mengikuti kehendak dari penggalang. Pola yang dilakukan ada dua, yaitu pola peruasif (bersifat membina, mendampingi, mengembangkan) dan pola koersif (bersifat menceraiberaikan, melemahkan, dan mengadu domba sasaran). Adapun teknik penggalangan terbagi menjadi tiga antara lain Perang Urat Syaraf (PUS), Propaganda, dan Sabotase.

Perang Urat Syaraf (PUS) adalah kegiatan yang bertujuan untuk memengaruhi ESTOM lawan. Propaganda adalah komunikasi yang dilakukan secara sengaja untuk memengaruhi tingkah laku lawan. Sabotase adalah kegiatan yang bertujuan untuk merusak dan menghancurkan sasaran berupa instalasi, infrastruktur, dan lain-lain. Teknik dalam melakukan penggalangan terdiri dari gerakan menarik, menekan, memutar balik, memecah belah, dan mengadu domba. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam penggalangan intelijen adalah dengan pendekatan RASCLS dan MICE. Pendekatan RASCLS dan MICE dipopulerkan oleh Robert Cialdini dan Randy Burkett.

RASCLS dan MICE merupakan akronim dari Reiprocation, Authority, Scarcity, Commitment, Liking, Social Proof dan Money, Ideology, Coercion, Ego. Kunci utama dalam melakukan mendekatan RASCLS dan MICE yaitu pada penguasaaan motif dan psikologi lawan. Pendekatan ini lebih menekankan pada prinsip-prinsip persuasif, dan hati ke hati karena yang akan dikendalikan adalah ESTOM lawan.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan PEMBINAAN dalam berbagai bentuk dan program, misalnya pembinaan usaha, keterampilan, dan sebagainya. Konsep dasarnya sesuai dengan teori 3N (Needs, Narratives, Networks). Needs adalah yang berkaitan dengan kebutuhan hidup. Pembinaan usaha memiliki tujuan untuk membantu membina dan mendampingi ‘target’ dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah itu Narratives, yaitu memperluas literasi target. Jadi setelah apa yang dibutuhkan terpenuhi, mulai jauhkan dari narasi dan bacaan mengenai pemahaman lamanya. Terakhir adalah networks, dimana ‘target’ harus dijauhkan dari jaringannya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.