Dari Venezuela ke Arktik: Ambisi Greenland Trump Picu Alarm Geopolitik Global
Di tingkat masyarakat, penolakan juga menguat. Meski sebagian besar warga Greenland mendukung kemerdekaan penuh dari Denmark, mayoritas menolak gagasan untuk menjadi bagian dari Amerika Serikat.
“Ini adalah ide yang sangat berbahaya,” kata Dines Mikaelsen, seorang operator tur lokal.
Mantan Perdana Menteri Greenland, Aleqa Hammond, bahkan menilai sikap Trump merendahkan rakyat Greenland. “Dia memperlakukan kami seperti barang yang bisa dia beli,” ujarnya.
Trump sejatinya bukan kali ini saja mengungkap ketertarikannya terhadap Greenland. Pada 2019, saat menjabat pada periode pertamanya, ia sempat menawarkan pembelian pulau tersebut, namun ditolak mentah-mentah. Setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, wacana itu kembali mencuat, kali ini dengan nada yang lebih keras dan dibingkai dalam narasi keamanan nasional. Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Arktik dan rivalitas global yang kian tajam, Greenland kembali menjadi sorotan dunia. Namun dengan penolakan tegas dari Denmark dan rakyat Greenland sendiri, ambisi Trump untuk menguasai pulau es raksasa itu tampaknya masih akan menemui jalan terjal. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!