Dari Venezuela ke Arktik: Ambisi Greenland Trump Picu Alarm Geopolitik Global

ED
Rabu, 7 Januari 2026 | 14:09 WIB
Bagikan
Dari Venezuela ke Arktik: Ambisi Greenland Trump Picu Alarm Geopolitik Global

VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan global yang dipicu langkah militer Amerika Serikat di Venezuela belum sepenuhnya mereda ketika Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, sorotannya tertuju pada Greenland. Tak lama setelah operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump kembali menyuarakan keinginannya agar Amerika Serikat mengambil alih pulau terbesar di dunia itu dengan dalih keamanan nasional.

Trump menilai posisi Greenland sangat krusial dalam peta pertahanan global, terutama di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dengan Rusia dan China. Menurutnya, kawasan sekitar Greenland kini menjadi arena aktivitas kekuatan besar dunia.

“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. Letaknya sangat strategis,” ujar Trump kepada wartawan di Washington, sehari setelah operasi militer AS di Venezuela.

Ia bahkan mengklaim bahwa perairan di sekitar Greenland dipenuhi kapal Rusia dan China.

“Saat ini, Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana,” tambahnya.

Greenland selama hampir 300 tahun berada di bawah kekuasaan Denmark, meskipun secara geografis merupakan bagian dari Amerika Utara. Wilayah ini memperoleh pemerintahan sendiri pada 1979 melalui referendum, namun urusan luar negeri dan pertahanan masih berada di tangan Kopenhagen. Dengan jumlah penduduk sekitar 56.000 jiwa—mayoritas Inuit—serta sekitar 80 persen wilayahnya tertutup es, Greenland tampak jauh dari hiruk-pikuk geopolitik dunia. Namun letaknya di kawasan Arktik justru menjadikannya aset strategis bernilai tinggi.

Amerika Serikat sendiri telah lama memiliki kepentingan militer di Greenland. Sejak Perang Dunia II, AS mengambil peran pengamanan wilayah itu setelah Denmark diduduki Nazi Jerman. Hingga kini, Washington masih mengoperasikan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangkalan Udara Thule. Fasilitas ini memegang peran penting dalam sistem peringatan dini dan pertahanan rudal Amerika Serikat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.