DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al Rasyid Cibaduyut, Kiainya Pernah Dimasukkan ke Kamar Gelap oleh Syech Cholil Bangkalan
Sekembalinya dari Bangkalan Mama Cibaduyut pun terus mengembangkan syiar ilmu agamanya. Pesantrennya di konsentrasikan berpusat di daerah Cibaduyut, hingga peninggalannya itu masih bisa kita saksikan sampai sekarang.
Dari keterangan yang diperoleh penulis dari Ustadz Abad Badru Zaman, pemimpin Ponpes Al Manshuriyyah, Ciserang, Plered, Purwakarta, santrinya saat itu ada sekitar 450 orang. Pada masa itu, santri sebanyak ini merupakan rekor dalam mengumpulkan orang buat belajar agama, karena pada masa-masa itu merupakan masa sulit bagi semua orang, dan masih sedikit jumlah kiai yang mumpuni dalam suatu wilayah.
Tahun 1947 Mama Cibaduyut meninggal dunia, dan dimakamkan di depan pesantrennya, di pemakaman keluarga Mama Cibaduyut.
Makamnya sampai kini masih banyak didatangi para penziarah, dan haulnya masih terus diperingati setiap tahunnya oleh keluarga besar dan para pecinta Mama Cibaduyut.
Saat penulis ke sana, Pesantren Al Rasyid peninggalan Mama Cibaduyut terlihat sepi. Santrinya sudah sangat berkurang, malah yang adapun hanya santri kalong, yang tidak menetap.
Masuk pada bulan Ramadan ini, setiap hari bada Ashar, selalu diadakan pengajian sampai pukul 17.00 di makam Mama Cibaduyut oleh keluarga besarnya,
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!