Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al Rasyid Cibaduyut, Kiainya Pernah Dimasukkan ke Kamar Gelap oleh Syech Cholil Bangkalan

ED
Jumat, 31 Maret 2023 | 09:59 WIB
Bagikan
DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al Rasyid Cibaduyut, Kiainya Pernah Dimasukkan ke Kamar Gelap oleh Syech Cholil Bangkalan

Sekembalinya dari Bangkalan Mama Cibaduyut pun terus mengembangkan syiar ilmu agamanya. Pesantrennya di konsentrasikan berpusat di daerah Cibaduyut, hingga peninggalannya itu masih bisa kita saksikan sampai sekarang.

Dari keterangan yang diperoleh penulis dari Ustadz Abad Badru Zaman, pemimpin Ponpes Al Manshuriyyah, Ciserang, Plered, Purwakarta, santrinya saat itu ada sekitar 450 orang. Pada masa itu, santri sebanyak ini merupakan rekor dalam mengumpulkan orang buat belajar agama, karena pada masa-masa itu merupakan masa sulit bagi semua orang, dan masih sedikit jumlah kiai yang mumpuni dalam suatu wilayah.

Tahun 1947 Mama Cibaduyut meninggal dunia, dan dimakamkan di depan pesantrennya, di pemakaman keluarga Mama Cibaduyut.

Makamnya sampai kini masih banyak didatangi para penziarah, dan haulnya masih terus diperingati setiap tahunnya oleh keluarga besar dan para pecinta Mama Cibaduyut.

Saat penulis ke sana, Pesantren Al Rasyid peninggalan Mama Cibaduyut terlihat sepi. Santrinya sudah sangat berkurang, malah yang adapun hanya santri kalong, yang tidak menetap.

Masuk pada bulan Ramadan ini, setiap hari bada Ashar, selalu diadakan pengajian sampai pukul 17.00 di makam Mama Cibaduyut oleh keluarga besarnya,

Alhamdulillah.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.