DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al Rasyid Cibaduyut, Kiainya Pernah Dimasukkan ke Kamar Gelap oleh Syech Cholil Bangkalan
Keistimewaan Mama Cibaduyut, ia merupakan kiai yang melahirkan kiai-kiai berikutnya yang masyhur dikala itu. Diantara kiai yang belajar pada Mama Cibaduyut yakni Mama Eyang Rende, seorang ulama yang dikenal juga kewaliannya, dari daerah Rende Bandung Barat, Cikalong Wetan, Mama Gentur, Mama Sukaraja, Mama Jelegong dan para kiai lainnya, yang bisa menjadi paku bumi tanah Pasundan dan namanya harum sampai sekarang.
Belajar ke Syech Cholil Bangkalan
Pada masa Mama Cibaduyut masih muda, ia berhasil membangun pesantren di daerah Cibaduyut. Ia dengan bangga mendatangi ayahnya Mama Antapani, K.H. Rd. Muhammad Ali.
Namun sang ayah tidak terlihat bangga, malah ia berkata, “Jang, ujang belum sempurna jika belum berguru ke Syech Kholil Bangkalan Madura. Tinggalkan pesantren, titipkan ke istri, meskipun kamu sudah jadi ulama besar".
Dari petunjuk ayahnya ini, Mama Cibaduyut pun menuju Madura, dimana Syech Holil Bangkalan menetap. Anehnya, sebelum Mama Cibaduyut datang, Syech Cholil Bangkalan sudah tahu dan menyambut kedatangannya saat tiba di pesantrennya.
Oleh Syech Cholil, Mama Cibaduyut saat menimba ilmu darinya, dibuat tidak memerlukan waktu yang lama, karena maqomnya sudah berbeda dengan para santri lainnya. Cara Syech Cholil memberikan ilmu kepada Mama Cibaduyut dengan dimasukkan ke dalam kamar yang gelap, dan di kunci dari luar. Ini satu cara yang merupakan cara dari wali kutub, mengajari wali lainnya, untuk segera memahamkan apa yang ia ingin ketahui. Hingga, setelah beberapa lama, Syech Cholil Bangkalan pun membuka pintu kamar itu, dan mengatakan ke Mama Cibaduyut bahwa ilmu yang ingin dipelajarinya telah sempurna.
Seperti Itulah salah satu keramatnya Syech Cholil Bangkalan yang menjadi syaikhul wushul, syaikhul futuhnya Mama Cibaduyut.
Fokus Ngurus Pesantren
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!