Dari Kampung ke Panggung Internasional: Inspirasi UMKM di IMA Sharing Session
Indra meyakini bahwa upaya transformasi pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud melalui sinergi berbagai aspek, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat, kemajuan teknologi, perkembangan sosial, hingga pengelolaan lingkungan yang bijaksana.
Keyakinan tersebut menjadi fondasi utama bagi Indra dalam mengembangkan Pilar Indonesia di Lombok dengan membangun kemitraan yang erat bersama masyarakat setempat.
“Pilar Indonesia berdiri pada awal tahun 2018 melalui kompetisi grant dari Pemerintah Australia. Saat itu terdapat sekitar 600 proposal yang ikut berkompetisi dan hanya 25 proposal terbaik yang terpilih. Dengan modal awal Rp100 juta, saya mulai membangun destinasi ekowisata berbasis masyarakat di Lombok, termasuk di Desa Wisata Bonjeruk dan Desa Wisata Lantan. Masyarakat di sana menjadi sumber daya utama dalam pengembangan Pilar Indonesia,” ujar perempuan lulusan Master of Business Administration dari INTI International University, Malaysia tersebut.
Pada tahap awal pengembangannya, Indra menginisiasi program penguatan kapasitas bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui program ini, Indra bersama Pilar Indonesia membangun pemahaman masyarakat mengenai berbagai pilar pengembangan desa ekowisata agar mereka mampu menjadi penggerak utama dalam mengelola, mengembangkan, serta mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya.
Dalam perjalanannya, perempuan penerima beasiswa Australia Awards tersebut juga menghadapi berbagai tantangan besar. Mulai dari bencana gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter hingga pandemi COVID-19 yang terjadi pada periode 2019 hingga 2020. Namun, dengan komitmen dan pola pikir yang kuat, Indra berhasil melewati berbagai tantangan tersebut dan bahkan memperluas pengembangan desa wisata melalui Pilar Indonesia hingga ke Desa Wisata Long Gie di Kalimantan Timur.
Tidak hanya itu, dengan jiwa kewirausahaan yang dimilikinya, Indra juga mengembangkan usaha ekspor kerajinan anyaman rotan. Di sisi lain, pengembangan Desa Wisata Bonjeruk pun menunjukkan hasil yang signifikan dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 60 ribu wisatawan setiap tahunnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!