Dari Davos ke Moskow: Klaim Trump Berbeda dengan Sikap Putin soal Dewan Perdamaian
VISI.NEWS | BANDUNG — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu sorotan internasional usai mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian versi AS. Klaim tersebut disampaikan Trump di tengah Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss, meski Moskow menyatakan belum mengambil keputusan resmi.
“Dia diundang, dia telah menerimanya,” ujar Trump kepada wartawan di Davos, Kamis (22/1/2026), sebagaimana dikutip AFP. Trump juga menyebut bahwa sejumlah pemimpin dunia lainnya telah menyatakan kesediaan bergabung, meski ia tidak merinci siapa saja yang dimaksud.“Banyak orang telah menerima,” kata Trump singkat.
"Namun, pernyataan tersebut berseberangan dengan sikap resmi Kremlin. Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia masih berada pada tahap awal pembahasan dan belum memberikan persetujuan final terhadap proposal Dewan Perdamaian yang digagas Trump.
“Kementerian Luar Negeri Rusia telah ditugaskan untuk mempelajari dokumen-dokumen yang dikirimkan kepada kita dan berkonsultasi mengenai hal ini dengan mitra-mitra strategis kita,” ujar Putin dalam rapat kabinet di Moskow, Rabu (21/1), yang disiarkan televisi pemerintah Rusia.
“Hanya setelah itu, kita dapat menanggapi undangan tersebut,” lanjutnya.
Perbedaan pernyataan ini menyoroti kontras antara gaya diplomasi Trump yang agresif dan pendekatan Rusia yang lebih prosedural. Para pengamat menilai klaim Trump dapat dibaca sebagai upaya membangun momentum politik global, meski proses formal di negara mitra belum rampung.
Dalam rapat kabinet yang sama, Putin juga menyinggung soal kontribusi keanggotaan permanen Dewan Perdamaian sebesar US$ 1 miliar. Ia menyebut dana tersebut berpotensi diambil dari aset Rusia yang saat ini dibekukan oleh AS.
“Dana itu dapat digunakan, termasuk untuk membangun kembali wilayah yang rusak akibat permusuhan, setelah tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina,” kata Putin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!