Damai AS-Iran Tersandung Manuver Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu./visi.news/REUTERS.
Iran juga menyatakan komitmen terhadap kesepakatan itu. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan teks nota kesepahaman telah rampung dan akan diteken pada Jumat 19 Juni.
"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat," kata Kazem Gharibabadi dilansir AFP dan CNN.
"Komitmen kami akan berlaku mulai hari Jumat," tegas Gharibabadi.
Gharibabadi menyebut ada dua konsekuensi utama dari kesepakatan tersebut, yakni penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon, serta berakhirnya blokade AS di Selat Hormuz.
"Pertama, pengakhiran permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," tambah Gharibabadi.
Namun, nada kemenangan juga muncul dari Teheran. Gharibabadi menilai kesepakatan itu bukan hanya hasil diplomasi, melainkan juga pencapaian militer Iran.
"Musuh yang menyerang untuk melaksanakan tujuan jahatnya telah dikalahkan dalam semua tujuannya dan Republik Islam Iran memenangkan kemenangan besar dalam perang," ujar Gharibabadi.
Di tengah klaim damai tersebut, Trump justru menyoroti Netanyahu. Dalam wawancara eksklusif dengan New York Times, Trump menyebut PM Israel itu hampir membuat kesepakatan AS dan Iran menjadi angin lalu. Kritik muncul setelah serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut pada Minggu 14 Juni pagi disebut hampir menggagalkan kesepakatan akhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!