Cucun: Sejarah Bangsa Bukan untuk Dihapus tetapi Dimutakhirkan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 7 Juli 2025 | 10:18 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa penulisan ulang sejarah Indonesia tidak boleh dilakukan sembarangan. Ia menyebut sejarah adalah ingatan kolektif bangsa yang disusun dari perjuangan dan cita-cita, sehingga tidak bisa dirombak begitu saja.
“Sejarah bukan naskah bebas edit. Ia adalah ingatan kolektif bangsa yang disusun dari perjuangan, luka, harapan, dan cita-cita. Jika ada yang kurang, kita lengkapi. Jika ada yang tertinggal, kita angkat. Tapi bukan berarti kita menghapus atau mengaburkan yang sudah ada,” ujarnya di Kabupaten Bandung, Sabtu (5/7/2025).
Cucun menilai istilah penulisan ulang sejarah rawan disalahartikan sebagai upaya mengubah narasi dan menyingkirkan jasa tokoh bangsa. Ia lebih mendukung konsep pemutakhiran sejarah secara objektif dengan melibatkan sejarawan dan akademisi.
“Kalau ada catatan sejarah yang belum masuk dalam dokumen resmi bangsa, tentu kita harus mengakuinya. Tapi jangan terburu-buru diumumkan ke publik tanpa kajian mendalam dari para sejarawan, akademisi, dan tokoh masyarakat,” tegas politisi Fraksi PKB itu.
Ia juga menekankan bahwa sejarah seharusnya menjadi pemersatu bangsa, bukan sumber perpecahan. Karena itu, DPR akan membentuk tim supervisi independen untuk memastikan pemutakhiran sejarah dilakukan dengan kajian yang mendalam.
“Mari kita rawat sejarah dengan kebijaksanaan, bukan dengan ego zaman. Kita boleh menambah halaman, tapi jangan merobek lembaran,” ujarnya.
“Sejarah adalah milik kita bersama. Mari kita jaga keutuhannya, kita perbaiki kekurangannya, dan kita wariskan dengan penuh kehormatan kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!