Citra Satelit Ungkap Tanda Gletser Nepal Sebelum Longsor
Ilustrasi gletser Himalaya./visi.news/reuters.
Citra satelit memungkinkan ilmuwan memantau perubahan permukaan gletser, retakan, aliran air lelehan, hingga perubahan lanskap tanpa harus berada langsung di lokasi.
Geolog sekaligus salah satu penulis laporan HiRISK, Jakob Steiner, mengatakan pemantauan berbasis satelit dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI dapat membantu menemukan risiko di wilayah pegunungan yang sangat luas.
"Di sinilah saya pikir kita perlu berinvestasi lebih banyak. Ada ribuan dan ribuan gletser di High Mountain Asia, jadi kita harus menemukan solusi yang dapat diterapkan dalam skala besar," kata Steiner seperti dikutip dari ABC, Kamis (3/9/2026).
Menurut Steiner, teknologi tersebut penting karena sistem pemantauan konvensional memiliki keterbatasan besar di wilayah pegunungan terpencil. Laporan HiRISK juga menemukan bahwa sistem peringatan dini khusus bahaya gletser belum tersedia di wilayah yang terdampak.
Untuk kawasan yang sangat dekat dengan sumber longsoran, waktu peringatan yang tersedia kemungkinan hanya beberapa menit. Sementara itu, semakin jauh dari sumber bencana, waktu peringatan dapat mencapai 10 menit atau lebih.
Dalam kondisi tersebut, sistem peringatan yang dirancang dengan baik masih berpotensi menyelamatkan banyak orang.
Perubahan Iklim Perumit Risiko Bencana
Bencana di Nepal menunjukkan pentingnya memperhatikan perubahan kecil pada gletser. Keruntuhan es dan batuan di wilayah pegunungan dapat mengirim material dalam jumlah besar ke lembah.
Material tersebut kemudian dapat membendung aliran sungai untuk sementara sebelum melepaskan air dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!