Cara Kurangi Paparan Abu Vulkanik, Begini Langkah Perlindungannya 9 Sep 2026 IRGC Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania 9 Sep 2026 Biji Chia Kaya Nutrisi, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan 9 Sep 2026 Persipura Rekrut Alexandro Ferreira Jelang Laga Kontra Barito Putera 9 Sep 2026 Sudjatmiko: Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Bisa Perkuat Mitigasi Bencana 9 Sep 2026 Yahya Zaini Minta BPOM Perkuat Pengawasan Minuman Berpemanis 9 Sep 2026 Pemilik Speedboat Pastikan Kapal Laik Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda 9 Sep 2026 Pengkaji Politik Indonesia dan Aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026 Cara Kurangi Paparan Abu Vulkanik, Begini Langkah Perlindungannya 9 Sep 2026 IRGC Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania 9 Sep 2026 Biji Chia Kaya Nutrisi, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan 9 Sep 2026 Persipura Rekrut Alexandro Ferreira Jelang Laga Kontra Barito Putera 9 Sep 2026 Sudjatmiko: Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Bisa Perkuat Mitigasi Bencana 9 Sep 2026 Yahya Zaini Minta BPOM Perkuat Pengawasan Minuman Berpemanis 9 Sep 2026 Pemilik Speedboat Pastikan Kapal Laik Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda 9 Sep 2026 Pengkaji Politik Indonesia dan Aktivis 1998, Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia 9 Sep 2026 Survei Parameter Politik Indonesia: 94,3 Persen Publik Setuju Harta Koruptor Disita Negara 9 Sep 2026

Cara Kurangi Paparan Abu Vulkanik, Begini Langkah Perlindungannya

Desi Rossilawati
Rabu, 9 September 2026 | 16:47 WIB
Bagikan
Cara Kurangi Paparan Abu Vulkanik, Begini Langkah Perlindungannya

Ilustrasi./visi.news/gentra.

VISI.NEWS - Warga yang berada di wilayah terdampak persebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi dianjurkan menerapkan sejumlah langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Ahli kesehatan paru Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), menjelaskan abu vulkanik memiliki butiran sangat halus sehingga dapat masuk hingga ke dalam paru-paru ketika terhirup.

"Abu ini membuat saluran napas menjadi teriritasi. Butirannya sangat halus, jadi bisa terhirup sampai ke dalam paru dan memicu batuk serta sesak," kata Erlina Burhan dalam keterangannya dikutip, Rabu (9/9/2026).

Menurut dokter spesialis paru-paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, paparan abu juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada sebagian orang.

"Pada sebagian orang, risiko infeksi saluran napas juga meningkat," kata dokter spesialis paru-paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Erlina menganjurkan warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya di wilayah yang terdampak persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

"Kenakan masker ya bila beraktivitas di luar rumah. Sebaran abu Anak Krakatau kini mencakup sebagian Jakarta, Banten dan Jawa Barat," katanya.

Masker yang telah kotor sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebelum dibuang, masker tersebut dianjurkan dibasahi terlebih dahulu agar abu yang menempel tidak kembali beterbangan ke udara.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.