Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026

BPOM Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis Setelah 17 Kasus Keracunan Terjadi

Desi Rossilawati
Kamis, 15 Mei 2025 | 16:03 WIB
Bagikan
BPOM Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis Setelah 17 Kasus Keracunan Terjadi
VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan adanya 17 kejadian luar biasa keracunan pangan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sepuluh provinsi sejak awal Januari hingga pertengahan Mei 2025. Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR pada Kamis (15/5/2025). Menurut Taruna, penyebab utama keracunan ini berkaitan dengan beberapa faktor, mulai dari bahan baku makanan yang terkontaminasi hingga proses pengolahan yang tidak memenuhi standar kebersihan. Kontaminasi dapat terjadi karena bahan mentah yang tidak layak, lingkungan pengolahan yang kurang higienis, serta penjamahan makanan yang tidak steril. Keracunan juga dipicu oleh pertumbuhan bakteri akibat suhu yang tidak sesuai saat memasak atau pengiriman makanan. "Contohnya ada beberapa makanan dimasak terlalu cepat kemudian lambat didistribusikan sehingga menimbulkan kejadian luar biasa," ungkap Taruna. Menanggapi kejadian tersebut, BPOM mendorong adanya evaluasi terhadap dapur-dapur yang digunakan dalam penyediaan makanan di program MBG. Selain itu, BPOM juga akan terus memantau dan mendampingi petugas di lapangan agar standar keamanan pangan dapat dipenuhi dan kasus serupa tidak terulang. "Nah ini perlu kami jelaskan karena sebagian mungkin dapurnya itu perlu dievaluasi perlu diperbaiki," tambah Taruna. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.