BP2MI Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran di Desa Gunungleutik Ciparay
Sebagai katalis
Ketua Yayasan Kusuma Cahaya Global Leonita Kusumaningrum, S.Pd.K., mengungkapkan bahwa sebagai penyelenggara ia sangat berterimakasih kepada BP2MI yang telah melaksanakan sosialisasi di Desa Gunungleutik, Ciparay, ini.
"Warga desa ini ada sekitar 11.000 jiwa, dimana sebagian memerlukan adanya peluang dan kesempatan bekerja di luar negeri, untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ungkap wanita yang biasa disapa Leoni ini.
Secara pribadi Leoni mengungkapkan bahwa program yang diberikan oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani ini sangat membantu warga Desa Gunungleutik. "Secara pribadi saya berterima kasih sekali kepada Pak Benny Rhamdani, selaku tokoh nasional yang berasal dari Ciparay ini," ungkap wanita yang sudah 20 tahun mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus ini.
Penasehat Yayasan Kusuma Cahaya Global Dwi Subawanto menambahkan bahwa yayasannya sejak dua bulan lalu membuka program pekerja migran. "Sejak dua bulan lalu kita juga membuka program untuk pekerja migran. Sebelumnya yayasan ini hanya memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus," ujarnya.
Katanya, ruang lingkup pelatihan masih terbatas untuk dua desa yakni Gunungleutik dan Bumiwangi, Ciparay. Katanya, yayasan ini bekerja secara terprogram dan ingin menjadi katalis antara kebutuhan masyarakat dan fasilitas yang disediakan oleh negara. "Kita ingin jadi katalis sehingga perlindungan, proteksi negara itu ada. Yang selama ini seolah negara alfa," ujarnya.
Di Yayasan Kusuma Cahaya Global kata Dwi, peserta pelatihan tidak hanya diajarkan bahasa asing tapi juga budayanya. "Yang sekarang berjalan baru dua bulan, dan mereka akan menyelesaikan pendidikannya empat bulan lagi sesuai dengan yang diminta BP2MI, selama enam bulan," tandanya.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!