BMKG Tegaskan Perubahan Iklim Nyata, 2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 2025 menunjukkan, lebih dari 90 persen dari sekitar 2.590 bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi.
“Sebarannya memang terkonsentrasi di Sumatera dan Jawa, sebagian Kalimantan, serta Sulawesi. Wilayah-wilayah ini secara historis memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi,” ujar Andri.
El Nino La Nina Memperparah Anomali Musim
Selain tren pemanasan jangka panjang, variasi iklim tahunan seperti El Nino dan La Nina turut memperkuat dampak cuaca ekstrem. El Nino cenderung memicu kemarau lebih panjang dan intens, sedangkan La Nina menyebabkan curah hujan meningkat hingga 30-50 persen, termasuk saat musim kemarau.
“Anomali iklim ini juga bisa menggeser awal dan akhir musim hujan. Bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau berakhir lebih panjang,” kata Andri.
BMKG Dorong Penguatan Sistem Peringatan Dini
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini multi-bahaya. Andri merujuk pada inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk Early Warning for All, yang menekankan bahwa peringatan dini dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian ekonomi. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!