Blue Moon dan Micromoon Hiasi Langit Indonesia Awal Juni
Blue Moon./visi.news/januari.id.
Pada 1 Juni 2026, Bulan akan berada pada jarak sekitar 406.350 kilometer dari Bumi. Kondisi tersebut membuat ukuran tampak Bulan sekitar 10 persen lebih kecil dibandingkan saat Supermoon. Namun, perbedaan itu nyaris tidak dapat dikenali dengan mata telanjang.
"Secara kasat mata ‘mengecilnya’ ketampakan Bulan tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang. Kita membutuhkan perangkat teleskop dan kameranya untuk merekam Bulan dan membandingkannya dengan rekaman menggunakan instrumen sejenis pada saat terjadinya Bulan purnama perigean (Supermoon). Barulah saat itu bisa dikatakan Bulan tampak ‘mengecil’," jelasnya.
Dari sisi konteks, kedekatan waktu antara puncak purnama pada 31 Mei 2026 pukul 15:47 WIB dan titik apoge pada 1 Juni 2026 pukul 12:34 WIB menjadikan peristiwa ini menarik untuk diamati. Meski bukan Bulan terkecil sepanjang tahun, kombinasi Blue Moon dan Micromoon dalam waktu hampir bersamaan menghadirkan kesempatan langka bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati salah satu fenomena langit yang tidak terjadi setiap tahun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!