Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Blokade Iran Bikin Ribuan Kapal Terjebak di Teluk

Desi Rossilawati
Jumat, 8 Mei 2026 | 12:06 WIB
Bagikan
Blokade Iran Bikin Ribuan Kapal Terjebak di Teluk

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | BANDUNG - Krisis pelayaran besar terjadi di kawasan Teluk setelah Iran memblokade Selat Hormuz menyusul eskalasi perang di Timur Tengah. Situasi ini membuat sekitar 1.500 kapal dan 20.000 awak kapal terjebak di perairan strategis tersebut.

Konflik mulai memanas sejak 28 Februari 2026 ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu kemudian dibalas Iran melalui aksi militer di berbagai wilayah serta penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia.

Dampak blokade mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Kapal kapal pengangkut minyak, gas, dan barang konsumsi tertahan karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan. Organisasi Maritim Internasional PBB atau IMO menyebut kondisi tersebut menjadi ancaman serius terhadap rantai perdagangan global.

“Saat ini, kita ada sekitar 20.000 awak kapal dan sekitar 1.500 kapal yang terjebak,” kata Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, dalam Konvensi Maritim Amerika di Panama dikutip, Juamtb (8/5/2026).

Menurut IMO, lebih dari 80 persen produk yang dikonsumsi dunia bergantung pada pengiriman laut. Situasi semakin memburuk setelah terjadi lebih dari 30 serangan terhadap kapal di kawasan konflik.

“Sepuluh pelaut telah kehilangan nyawa mereka dalam lebih dari 30 serangan terhadap kapal,” ujar Dominguez.

Pada awal pekan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengumumkan operasi pengawalan kapal untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun rencana itu kemudian dibatalkan tidak lama setelah diumumkan.

Hingga kini, Washington masih menunggu tanggapan Iran terkait proposal penghentian perang dan pembukaan kembali jalur pelayaran internasional tersebut. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.