Blokade Iran Bikin Ribuan Kapal Terjebak di Teluk
Ilustrasi./visi.news/ai.
VISI.NEWS | BANDUNG - Krisis pelayaran besar terjadi di kawasan Teluk setelah Iran memblokade Selat Hormuz menyusul eskalasi perang di Timur Tengah. Situasi ini membuat sekitar 1.500 kapal dan 20.000 awak kapal terjebak di perairan strategis tersebut.
Konflik mulai memanas sejak 28 Februari 2026 ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu kemudian dibalas Iran melalui aksi militer di berbagai wilayah serta penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia.
Dampak blokade mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Kapal kapal pengangkut minyak, gas, dan barang konsumsi tertahan karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan. Organisasi Maritim Internasional PBB atau IMO menyebut kondisi tersebut menjadi ancaman serius terhadap rantai perdagangan global.
“Saat ini, kita ada sekitar 20.000 awak kapal dan sekitar 1.500 kapal yang terjebak,” kata Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, dalam Konvensi Maritim Amerika di Panama dikutip, Juamtb (8/5/2026).
Menurut IMO, lebih dari 80 persen produk yang dikonsumsi dunia bergantung pada pengiriman laut. Situasi semakin memburuk setelah terjadi lebih dari 30 serangan terhadap kapal di kawasan konflik.
“Sepuluh pelaut telah kehilangan nyawa mereka dalam lebih dari 30 serangan terhadap kapal,” ujar Dominguez.
Pada awal pekan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengumumkan operasi pengawalan kapal untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun rencana itu kemudian dibatalkan tidak lama setelah diumumkan.
Hingga kini, Washington masih menunggu tanggapan Iran terkait proposal penghentian perang dan pembukaan kembali jalur pelayaran internasional tersebut. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!