Blockchain Ciptakan Multiplier Effect hingga Belajar dari Kebijakan Kripto Presiden AS Joe Biden

ED
Minggu, 13 Maret 2022 | 06:54 WIB
Bagikan
Blockchain Ciptakan Multiplier Effect hingga Belajar dari Kebijakan Kripto Presiden AS Joe Biden

VISI.NEWS | BANDUNG - Perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain semakin menarik perhatian. Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahkan sempat menyinggung teknologi blockchain dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3).

"TNI-Polri juga harus memiliki talent digital, karena eranya sudah era seperti ini, harus punya jago-jago AI (artificial intelligence), cloud computing, digital design, mengerti mengenai masalah blockchain," ujar Jokowi saat memberi sambutan dalam acara itu.

Presiden Jokowi juga menyatakan sektor ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Pada 2025, potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan menyentuh angka 146 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.000 triliun.

Selain itu, kontribusi Indonesia di dunia ekonomi digital juga diproyeksikan mengalami kenaikan hingga delapan kali pada 2030, yakni senilai Rp4.531 triliun. Faktor pendorong ekonomi digital tersebut, tidak lain adalah teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing.

Blockchain Bisa Ciptakan Efek Multiplier Positif dan Berkelanjutan

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan teknologi blockchain, di mana termasuk aset kripto dan NFT bisa menciptakan multiplier effect positif yang meluas dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan dan konsumsi, sehingga meningkatkan perekonomian.

"Blockchain saat ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak. Langkah baiknya, blockchain memberi harapan dukungan efisiensi dan transparansi sehingga Indonesia dapat mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat," kata pria yang akrab disapa Manda.

Lebih lanjut, Manda mengatakan perkembangan teknologi blockchain begitu cepat dan saat ini masih dalam tahap awal atau early. Indonesia seharusnya bisa mengadopsinya lebih cepat dan memimpin perkembangan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.