1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Bitcoin Tertekan Penjualan, Akankah Harga Terus Anjlok?

ED
Jumat, 21 Juni 2024 | 14:06 WIB
Bagikan
Bitcoin Tertekan Penjualan, Akankah Harga Terus Anjlok?

VISI.NEWS | BANDUNG - Harga Bitcoin (BTC) terpantau turun di bawah US$65.000 karena fluktuasi pasar dan tekanan jual yang meningkat. Ada beberapa yang menekan Harga Bitcoin jauh lebih dalam sehingga mampu menembus level support US$65k.

Data ekonomi AS terkait pasar tenaga kerja dan perumahan menunjukkan perlambatan ekonomi. Klaim pengangguran awal AS turun menjadi 238 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed pada bulan September. Data ini membuat Meningkatnya imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencerminkan ketidakpastian mengenai penurunan suku bunga The Fed pada bulan September, naik sebesar 48 basis poin menjadi 4,263%.

Selain itu, menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, aktivitas whale yang diketahui memindahkan aset BTC antar wallet membuat sentiment negative. Dalam data onchain, terpantau adanya transaksi besar yang berjumlah 4.000 BTC (sekitar US$259,40 juta) yang dilakukan oleh whale untuk memindahkan Bitcoin memiliknya ke wallet baru. Ini sering dianggap sebagai sinyal pergerakan harga signifikan yang akan datang dan diawasi oleh para pelaku pasar.

"Demikian pula, aktivitas pemerintah Jerman baru-baru ini juga berdampak pada pasar. Pemerintah telah memasukkan 1.700 BTC (sekitar US$110,88 juta) ke dalam bursa seperti Coinbase, Kraken, dan Bitstamp sambil mempertahankan 47.179 BTC (sekitar US$3,06 miliar). Oleh karena itu, pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penjualan besar-besaran yang dapat mengubah harga pasar," ungkapnya.

Pada saat yang sama, ungkap Fyqieh, data Lookonchain juga mengungkapkan bahwa 9 ETF secara kolektif telah menjual 1.290 BTC yang berarti penurunan kapitalisasi pasar sebesar US$83,7 juta. Aksi jual ini mungkin juga berkontribusi terhadap tekanan pada harga Bitcoin. Selain itu, ETF Bitcoin Fidelity juga telah mengurangi kepemilikannya dengan jumlah yang sama yaitu 1.290 BTC, sehingga totalnya menjadi 168.862 BTC senilai US$10,95 miliar.

"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mengikuti kinerja ETF sehubungan dengan harga Bitcoin. Tren yang muncul adalah ketika arus keluar melonjak, Bitcoin jatuh atau kesulitan menemukan arah dan pada akhirnya berkonsolidasi," ungkapnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.