Bitcoin Tertekan Penjualan, Akankah Harga Terus Anjlok?
Arus keluar yang terus-menerus sejak minggu lalu, setelah pertemuan FOMC dan sikap hawkish The Fed terhadap penurunan suku bunga, membuat nilai kumulatif total arus masuk bersih ETF Bitcoin telah turun menjadi US$14,81 miliar.
"Jika sentimen gagal pulih, penurunan harga Bitcoin mungkin akan berlanjut hingga akhir minggu. Meskipun penurunan ini bukan penurunan yang besar, namun hal ini dapat menandai awal dari tren turun," ujar Fyqieh.
Sentimen Crypto Fear & Greed Index juga mengalami kemunduran. Terpantau pada Jumat (21/6) berada pada kategori Greed dengan level 63 poin, turun dari seminggu sebelumnya di 74 poin. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat optimisme di pasar kripto telah menurun dalam beberapa hari terakhir. Meskipun masih berada dalam kategori Greed, penurunan ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai lebih berhati-hati dan mungkin mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi di masa mendatang.
Analisis Teknis Bitcoin: Indikator Penting dan Level Kritis
Saat ini, kata Fyqieh, Bitcoin (BTC) melayang di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50-day tetapi bertahan di atas EMA 200-day. Ini menunjukkan adanya tren bearish jangka pendek namun tetap dalam tren bullish jangka panjang.
"Jika BTC berhasil menembus di atas EMA 50-day, pembeli bisa menargetkan level resistensi di US$69.000. Penembusan dari level ini dapat membuka jalan menuju level tertinggi sepanjang masa di US$73.808," sebutnya.
Sebaliknya, jika BTC jatuh melewati level dukungan US$64.000, ini bisa menandakan penurunan lebih lanjut ke level dukungan US$60.365. Dengan Relative Strength Index (RSI) 14 harian berada di 38,16, BTC berpotensi jatuh di bawah level dukungan US$64.000 sebelum memasuki wilayah oversold.
Investor perlu memperhatikan angka Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS dan data aliran ETF spot BTC AS, yang bisa mempengaruhi pergerakan harga BTC. Pemantauan ketat terhadap indikator teknis ini penting bagi para investor untuk membuat keputusan yang tepat dalam perdagangan BTC.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!