Bitcoin Tertekan Lagi, Turun di Bawah US$80 Ribu
De Maere menyebut terdapat blok call option Bitcoin dalam jumlah besar dengan harga kesepakatan US$85.000 yang akan berakhir pada September. Selain itu, terdapat pula call option dengan strike price US$90.000 yang memiliki masa kedaluwarsa pada November dan Desember.
Keberadaan kontrak-kontrak tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih mempertahankan ekspektasi terhadap potensi kenaikan Bitcoin dalam jangka menengah.
Namun, optimisme tersebut harus berhadapan dengan faktor makroekonomi, terutama arah suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian dari pergerakan harga harian menuju indikator teknikal yang dapat memberikan gambaran mengenai apakah tren pemulihan Bitcoin masih sehat.
Laporan riset Galaxy Digital menjadi salah satu rujukan yang diperhatikan pasar. Dalam riset tersebut disebutkan bahwa pada empat dari lima pasar bearish kripto yang telah selesai, titik terendah pasar bearish telah tercapai setelah rata-rata pergerakan 50 minggu pertama kali ditembus ke atas.
Artinya, kemampuan Bitcoin mempertahankan posisi di atas rata-rata pergerakan 50 minggu menjadi salah satu indikator penting bagi keberlanjutan tren bullish.
Salah satu pendiri Secure Digital Markets, Mostafa Al-Mashita, mengatakan level tersebut kini menjadi perhatian utama pelaku pasar.
“Dari sini semuanya bergantung pada rata-rata pergerakan 50 minggu, rata-rata tersebut perlu bertahan pada penutupan mingguan agar struktur bullish tetap utuh, dan altcoin adalah ekspresi beta yang lebih tinggi dari pengujian yang sama,” kata Al-Mashita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!