Bitcoin Tertekan Lagi, Turun di Bawah US$80 Ribu

ED
PN
Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:14 WIB
Bagikan
Bitcoin Tertekan Lagi, Turun di Bawah US$80 Ribu

Pasar kripto kini menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Setelah sebelumnya terjadi short squeeze besar akibat likuidasi posisi bearish dengan leverage dalam jumlah rekor, investor masih mencari arah baru bagi pergerakan Bitcoin.

Short squeeze terjadi ketika kenaikan harga memaksa trader yang bertaruh harga akan turun untuk menutup posisi mereka. Penutupan posisi tersebut biasanya dilakukan dengan membeli kembali aset, sehingga justru memberikan dorongan tambahan terhadap kenaikan harga.

Namun, setelah lonjakan tersebut, momentum pasar belum sepenuhnya terbentuk.

Salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar adalah open interest pada futures Bitcoin. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa open interest, yang menggambarkan nilai kontrak futures yang masih terbuka, belum menunjukkan pemulihan signifikan setelah terjadi pengurangan posisi akibat pergerakan tajam sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian trader masih berhati-hati untuk kembali memasang posisi dengan leverage besar.

Pedagang OTC Wintermute, Jasper De Maere, menilai pasar masih dapat menerima pernyataan Warsh dengan relatif baik.

“Meskipun ada sedikit kecenderungan agresif dari Warsh, pasar mencerna semua ini dengan relatif baik sejauh ini. Bagi saya, pidato tersebut sesuai dengan ekspektasi,” kata De Maere.

Menurut dia, salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang adalah besarnya posisi opsi beli atau call option pada level harga tertentu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.