Bisakah Jokowi Menjadi King Maker pada Pilpres 2024?

ED
Senin, 13 Maret 2023 | 08:08 WIB
Bagikan
Bisakah Jokowi Menjadi King Maker pada Pilpres 2024?

"Pertanyaannya apakah dia bisa?," kata Yunarto.

Yonarto melihat Jokowi secara lebih realistis masih punya power untuk melakukan itu. "Problem dari seorang presiden menjadi king maker adalah siapa dia. Apakah dia masih dianggap presiden yang masih punya power? Yang masih dihormati sehingga masih punya bargaining position yang tinggi. Itu kan tidak terjadi pada SBY di tahun 2012-2014, power ratingnya selalu dibawah 60%, presiden yang menang dengan angka yang sangat besar di 2009, tapi hanya jadi penonton di 2014, bahkan ketika besannya sendiri maju dia tidak pernah berani menyatakan memberikan dukungan. Itu berimplikasi loh sampai sekarang kepada Demokrat, menjadi partai yang bukan oposisi tapi juga tidak menyatakan mendukung pemerintah. Maka sampai ada istilah menjadi penonton yang terus menerus," ungkapnya.

Yonarto melihat, Presiden Jokowi belajar dari situ. Tapi apakah Jokowi akan menghadapi situasi yang sama. Satu yang jadi kelemahan yang ada pada Jokowi malah menjadi kelebihannya. Ketika ia dikatakan petugas partai, menjadi ledekan selama ini, tapi malah menjadi keleluasaan dia untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain lebih terbuka dibandingkan dengan SBY yang jadi Ketua Partai Demokrat.

Kesepakatan harus dia buat jauh-jauh hari sebelum dia memasuki masa 'pensiun'. Yonarto juga mengaku kaget ketika dalam Rakernas Projo beberapa waktu lalu ada pernyataan Jokowi mendukung salah satu capres dengan ciri-ciri tertentu yang menjadi perdebatan panjang, padahal Pilres sendiri masih lebih dua tahun lagi.

Tapi Yonarto mengira Jokowi juga menyadari untuk menjadi king maker saat dia masih kuat. Ada gerakan untuk mengunci itu jauh-jauh hari. Ketika dia masih kuat, sisa waktu masih panjang, power ratingnya masih tinggi, daya ikat partai masih kuat, ancaman resufle masih bisa dilakukan, partai-partai masih membutuhkan logistik untuk menjadi bagian kekuasaan, pada titik itulah dia masih bisa melakukan upaya menjadi King Maker. "Kalau menurut saya itu hanya bisa dilakukan kalau dikunci tahun ini. Walaupun tetap ada resiko, sebelum pendaftaran hari terakhir yang namanya politisi tidak bisa dipegang. Barangnya sudah masuk belum tentu dealnya terjadi.@mpa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.