Bersama Wujudkan Perikanan Lestari: Seafood Savers Sambut Anggota Baru
Dalam sambutannya, Direktur PT SeaSae Solusi Indonesia, Bhima Aries Diyanto, mengatakan, "Semoga ini menjadi awal yang bermanfaat bagi kami sebagai industri, WWF-Indonesia, masyarakat, dan semua pihak yang terlibat. Kami berharap masyarakat juga semakin memahami cara mengelola tambak mereka secara berkelanjutan. Semoga perikanan berkelanjutan ini dapat menjadi fondasi dasar bagi kita semua dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan."
PT SeaSae Solusi Indonesia, yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, akan berkontribusi dalam program ini dengan komoditas rumput laut. Sementara itu, PT Winaros Kawula Bahari, yang berbasis di Pasuruan, Jawa Timur, akan fokus pada komoditas udang vannamei. Kedua perusahaan ini berkomitmen untuk menjalankan aktivitas perbaikan perikanan budidaya pada rantai suplainya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Direksi PT Winaros Kawula Bahari, Indra Budi Saputra, mengatakan, "Ke depannya, kami jelas sangat membutuhkan bimbingan dari tim Seafood Savers dan WWF-Indonesia, yang juga sudah dimulai sejak sekarang. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami, tidak hanya kepada para pelanggan, tetapi juga terhadap lingkungan sosial masyarakat di sekitar kami."
Dalam upaya meraih sertifikat ASC, masing-masing perusahaan memiliki target yang harus dicapai. Berdasarkan hasil dari internal gap assessment, rantai suplai yang didaftarkan oleh PT SeaSae Solusi Indonesia memenuhi kepatuhan awal sebesar 25,47% terhadap persyaratan Standar ASC-MSC rumput laut. Sedangkan PT Winaros Kawula Bahari yang memiliki tambak di Paiton, sejauh ini sudah memenuhi 26,06% persyaratan ASC udang. Oleh karenanya kedua perusahaan masih harus melalui proses yang panjang untuk memenuhi 100% persyaratan ASC atau menuju perikanan budidaya yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.
Pada kesempatan ini pula, dilakukan simbolis penyerahan donasi dari Uluu kepada WWF-Indonesia. Salah satu permasalahan utama dunia saat ini adalah sampah plastik, dan kami berupaya untuk mengatasinya. Kami menciptakan material pengganti plastik yang ramah lingkungan dan dapat terurai, yaitu produk alternatif plastik yang berbahan dasar rumput laut." Ujar Michael Kingsbury, Co-CEO dari Uluu. Dalam implementasi praktik perbaikan perikanan rumput laut ini, Uluu berkontribusi sebagai pembeli rumput laut produksi PT SeaSae Solusi Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!