Benarkah Tabel Desil 2026 Resmi? Ini Kata Kemensos
Ilustrasi./visi.news/tanjungharjo.
“Belakangan ini beredar infografis ‘Sistem Desil Terbaru 2026’ yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, hingga status bantuan sosial. Faktanya, infografis tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Sosial,” tulis Kemensos.
Kemensos menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam DTSEN memang disusun ke dalam 10 kelompok atau desil.
Namun, pembagian tersebut tidak berarti setiap desil memiliki batas nominal pengeluaran tertentu. Desil digunakan untuk menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam basis data DTSEN.
Pembagian desil dalam DTSEN adalah sebagai berikut:
- Desil 1: 10 persen kelompok kesejahteraan terbawah.
- Desil 2: 10-20 persen.
- Desil 3: 20-30 persen.
- Desil 4: 30-40 persen.
- Desil 5: 40-50 persen.
- Desil 6: 50-60 persen.
- Desil 7: 60-70 persen.
- Desil 8: 70-80 persen.
- Desil 9: 80-90 persen.
- Desil 10: 10 persen kelompok kesejahteraan tertinggi.
Dengan pembagian tersebut, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
“Desil 1 merupakan 10 persen kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling bawah. Desil 2 adalah 10 persen di atasnya, begitu seterusnya sampai dengan desil 10 itu adalah 10 persen penduduk yang paling mampu,” jelas Kemensos.
Desil Jadi Salah Satu Dasar Penentuan Bansos
Pengelompokan desil digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran penerima manfaat berbagai program sosial. Prioritas diberikan kepada kelompok dengan peringkat desil yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan masing-masing program.
Adapun sejumlah program bantuan sosial memiliki cakupan desil sebagai berikut:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!