Belajar dari Seoul, Bandung Dorong Pemerintahan Berbasis Data

ED
PN
Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:02 WIB
Bagikan
Belajar dari Seoul, Bandung Dorong Pemerintahan Berbasis Data

VISI.NEWSPemerintah Kota Bandung terus mendorong perubahan tata kelola pemerintahan menuju sistem yang lebih berbasis data. Kebijakan dan pelayanan publik diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman, perkiraan, atau kebiasaan, tetapi menggunakan data sebagai dasar untuk memahami persoalan dan menentukan langkah yang tepat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat membuka kegiatan NGULIK atau Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Data dan Statistik bertema “Data-Driven Governance: Lesson from Seoul Smart City Evolution”. Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (13/8/2026).

Farhan mengatakan perkembangan kota di tengah transformasi digital membuat pemerintah harus memiliki kemampuan membaca perubahan secara lebih akurat. Data, menurut dia, tidak seharusnya diposisikan hanya sebagai produk administrasi yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan.

Lebih dari itu, data harus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan menentukan intervensi pemerintah.

“Data dalam governance pada dasarnya menempatkan data bukan sekadar sebagai produk administrasi, melainkan sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, penggunaan data dalam pemerintahan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar setiap kali pemerintah menghadapi persoalan perkotaan. Pemerintah perlu mengetahui apa masalah yang terjadi, siapa yang terlibat dan terdampak, di mana persoalan tersebut berlangsung, serta apa penyebab utamanya.

Jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan bentuk intervensi yang paling tepat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak sekadar berdasarkan asumsi, melainkan memiliki dasar informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Farhan menilai pendekatan tersebut semakin penting diterapkan di Kota Bandung. Dengan wilayah sekitar 170 kilometer persegi dan jumlah penduduk yang mendekati 3 juta jiwa, Bandung menghadapi dinamika perkotaan yang kompleks.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.