Belajar dari Gresik dan Ampel, Revitalisasi Tempat Ziarah Kampung Adat Mahmud Perlu Dilakukan
Spot Spot Instagramable lainnya sebagai ikon penanda Kampung Adat Mahmud pun perlu dibuat, agar bisa untuk lebih membranding Kampung Adat Mahmud, supaya lebih memiliki potensi nilai jual lebih wilayah di sana.
Di tambah jika ada vidiotron, itu juga akan menjadi media penguat informasi daerah Kabupaten Bandung, yang bisa di saksikan pengunjung, juga nantinya mampu menyerap produk-produk perusahaan besar, untuk beriklan di dalamnya, dengan demikian, akan menarik pemasukan bagi daerah Mahmudnya sendiri.
Hal apa yang mesti ada di Kampung Mahmud ?
Pertama sekali ada maps, peta wisata keseluruhan Kampung Mahmud yang luasnya sekitar 4 hektar, dimana menunjukan potensi ziarah yang bisa di datangi saat kesana, dan memudahkan penginformasian pada para pengunjung ziarah, dengan ditempatkan diposisi vital yang terlihat massa.
Kemudian sign system yang bisa jadi pemandu arah bagi pengunjung secara visual.
Foto-foto wilayah Kampung Adat Mahmud dari waktu ke waktu, foto tokoh-tokoh atau ketua adat Kampung Mahmud, bisa meniru Kabupaten Sumedang, di mana foto tokoh-tokoh Sumedang diperlihatkan di Taman Kota Sumedang depan Masjid Agung.
Pembenahan area sekitar makam, karena susuai amatan secara visual saat penulis melihat kesana, luasnya tetap memerlukan penambahan, ini dikarenakan sangat antusiasnya para penziarah memenuhi area makam tempat mereka mendo'akan syekh Abdul Manaf Mahmud.
Tentunya banyak hal lainnya yang bisa diterapkan, ditambahkan, dan menjadi pelengkap untuk menyempurnakan keberadaan wisata ziarah spiritual di Kampung Adat Mahmud ini, andai ada seperti Saung Udjo yang menampilkan pentas-pentas seni Islami, teater, seni silat, tarian Islam, maka akan menjadi daya tarik lebih juga nantinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!